Dosen Politani Latih Masyarakat Pembuatan Kopi Tiwai
2 menit baca340 kali dibaca

Penulis: Faishal Ays
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda kembali lakukan edukasi pembuatan kopi tiwai kepada masyarakat Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Sabtu (10/8/2024) lalu.
Edukasi yang dilakukan ini merupakan komitmen insan pengabdi kepada masyarakat dalam perwujudan Tridharma Perguruan Tinggi dengan harapan keilmuan yang diberikan dapat diaplikasikan dalam bermasyarakat.
Kegiatan bertema Pembuatan kopi tiwai untuk peningkatan pendapatan masyarakat di Kelurahan Sungai Pinang Dalam RT 81 ini dihadiri oleh para Dosen Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Perkebunan, Koordinator Prodi Teknologi Hasil Perkebunan, Ketua P3KM Politani Samarinda, Ketua Jurusan Pertanian, dan Direktur Politani Samarinda.
Kopi tiwai merupakan campuran bubuk bawang tiwai yang mengandung senyawa alkaloid, flavanoid, glikosida dan saponin yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit serta menurunkan kadar glukosa pada penderita penyakit diabetes. Kopi tiwai menggunakan gula merah sebagai pemanis, sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.
Narasumber sekaligus Dosen Prodi Teknologi Hasil Perkebunan Netty Maria Naibaho mengatakan produk kopi tiwai mempunyai khasiat bagi kesehatan salah satu yang paling dominan adalah dapat menurunkan tekanan darah dan gula darah.
“Produk ini dapat dibuat secara mandiri di rumah untuk dikonsumsi sendiri ataupun dapat dikembangkan menjadi produk yang bernilai jual dapat dipasarkan oleh masyarakat,” ungkap Netty.
Masyarakat kata Netty, dilatih sekaligus diperkenalkan dengan produk yang sudah berhasil diproduksi dan dikembangkan di perguruan tinggi. Kopi Tiwai merupakan salah satu produk yang telah diteliti dan dikembangkan oleh Dosen Prodi Teknologi Hasil Perkebunan sebagai salah satu minuman alternatif dari bahan lokal Kaltim yaitu bawang tiwai atau bawang dayak yang mengandung berbagai zat yang bermanfaat bagi tubuh dan menjadi salah satu minuman yang menyehatkan.
Dengan kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat bahwa terdapat produk yang mempunyai prospek yang dapat dikembangkan yang berasal dari bahan-bahan lokal sehingga juga dapat menjadi produk yang mempunyai ciri khas kedaerahan.
Pelatihan Pembuatan Kopi Tiwai ini berlangsung dengan lancar dan peserta terlihat sangat antusias selama mengikuti pelatihan. Semoga program ini sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. (Adv)










