Film ini kembali membawa penonton sangat rindu pada ibunya yang telah tiada, ada yang lantas ingin bertemu dan meminta maaf pada ibunya karena baru saja berbuat salah, dan banyak pula yang berjanji akan bersikap lebih baik lagi kepada ibunya.
Begitu banyak nilai kebaikan dan pesan moral yang telah menggerakkan banyak penonton dan semua yang terlibat untuk kembali menakar, memperbaiki dan meningkatkan kualitas ikatan anak dengan ibu setelah menonton film ini.
Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi, usai nonton bareng film Satu Hari dengan Ibu di XXI Samarinda Central Plaza, mengatakan, film ini sangat luar biasa. "Banyak pesan yang sangat mendalam. Pesan moralnya, jangan pernah menyakiti hati ibu kita apa pun kondisinya," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan istri Gubernur Sumatera Barat, Ummi Harneli Mahyeldi, yang mengaku film ini bagus sekali, mudah-mudahan jadi pelajaran bagi kita. Memang sebagai orangtua mungkin pernah salah, namanya juga manusia. Tapi bagaimanapun jangan sampai kita menyakiti hatinya. Ini pelajaran yang luar biasa bagi saya sendiri, sangat terasa.
"Orangtua Ummi telah meninggal, jadi sangat terasa sekali ketika melihat film ini. FIlm ini mengingatkan kita untuk bagaimana berbakti kepada orangtua. Begitu pun sebaliknya" ucapnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Jember, Hendy Siswanto, juga sangat merekomendasikan film yang memiliki banyak pesan ini, terkhusus untuk orangtua kita, ibu kita, yakni film yang berjudul Satu Hari dengan Ibu. Silakan juga menonton bersama ibu karena ibu adalah wakil Tuhan atau wakil Allah yang ada di bumi kita ini.
"Jika kita masih punya orangtua alangkah nikmatnya jika kita bisa berpelukan mesra bersama ibu. Dan jika orangtua kita sudah tidak ada, maka mari kita doakan bersama-sama. Semuanya, mari kita nonton Satu Hari dengan Ibu, Mudah-mudahan kita semua mendapatkan hikmah dari menonton bareng film ini,” jelasnya.
Kesuksesan film Sahdu ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Produser film Sahdu Novandrian, mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan dukungan dari berbagai pihak.
Antara lain, Agarillus Pictures dan Agarillus Drop sebagai sponsor utama, Asuransi Allianz Sharia Indonesia, Masjid Kapal Munzalan, Pasukan Amal Soleh (Paskas) Indonesia, Kajian Musawarah, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), sahabat Ustaz Abdul Somad (UAS) official, Film Maker Muslim (FMM) dan Hubb Connect serta rekan-rekan media. "Yang menjadikan film Sahdu pada Senin (02/10/2023) lalu telah disaksikan oleh lebih dari 150 ribu penonton," jelasnya.
Didasari atas kesungguhan dan idealisme untuk menjadikan film ini agar bisa dinikmati keluarga di Indonesia lebih banyak lagi dan oleh berbagai kalangan, Ruang 29 Pictures pun secara serius mengatur strategi dan kolaborasi dengan melakukan serangkaian kegiatan berupa special screening yang diselenggarakan di sejumlah kota besar seperti Solo, Jawa Tengah pada 9 September dan berlanjut di Bandung (17/09/2023), Pontianak, Kalimantan Barat (21/09/2023), Yogyakarta (22/09/2023), dan terakhir di Pekan Baru, Riau (24/9/2023). Selain itu digelar pula nonton bareng bersama ratusan santri yatim penghafal Quran yang digerakkan oleh Pasukan Amal Soleh (Paskas) Indonesia di hampir 45 kota di seluruh Indonesia; serta Cinema Visit di kota-kota antara lain Gorontalo, Makassar, Depok dan lain-lain, yang dihadiri para aktor serta pendukung film Sahdu.
Tidak hanya kemasan, soundtrack lagu ‘Ibu’ karya Natta Reza, serta alur cerita dan visualisasi film yang berkualitas, ternyata sentuhan cerita dan pesan mendalam dari film ini, juga mampu menggerakkan kalangan komunitas, sponsor, influencer, pejabat dan tokoh daerah serta media untuk terus mendorong lebih banyak lagi masyarakat menonton film ini.
“Semua kini terlibat secara bergotong royong melejitkan dan membesarkan film ini. Bahkan kini sedang dijajaki undangan pemutaran film dari negara tetangga untuk menghadirkan film Sahdu di bioskop-bioskop Malaysia. Ini tentunya akan menaikkan kembali prestasi dan kebanggaan film Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin