Ia menilai apa yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan berupa jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan hari tua hingga jaminan kematian merupakan risiko masa depan yang akan dihadapi setiap pekerja.
"Dalam prosesnya kami di kantor pusat ingin memastikan bahwa tidak sebatas prosedur standar harus berjalan dengan baik di kantor cabang, tapi juga menghadirkan pelayanan prima dari hati," kata dia.
Menurut dia Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada peserta.
M. Zuhri juga menambahkan, saat ini seluruh kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan hadir dengan konsep ruang layanan New SBP yang lebih nyaman dan hangat serta dapat lebih dekat dengan para peserta sehingga dapat di layani dengan lebih baik dan nyaman.
Dalam kesempatannya kunjungan di kota samarinda, M.Zuhri juga menyempatkan diri bertemu dengan gubernur kaltim dan menyerahan santunan kematian kepada 3 Ahli waris Pekerja Rentan Provinsi Kalimantan Timur, dengan total santunan sebanyak 126 juta, dimana masing – masing ahli waris mendapatkan santunan kematian sebesar 42 juta rupiah.
Selain itu, M. Zuhri juga menyampaikan laporannya kepada Gubernur Kaliamantan Timur, dimana jumlah pembayaran klaim dari januari 2023 sampai dengan agustus 2023 di Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp 859.212.920.000 untuk semua program BPJS Ketenagakerjaan (JHT, JKK, JKM, JP, JKP) dengan total kasus sebanyak 82.845, adapun pembayaran beasiswa anak sebesar Rp 5.312.500.000 dengan 1.424 anak penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Samarinda, Agus Dwi Fitriyanto mengatakan bahwa yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan itu merupakan semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"Tentunya kita menyambut baik, apapun pelaksanaan-pelaksanaan yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan hari ini, tidak lain dan tidak bukan semangatnya untuk memberikan kenyamanan kepada para peserta," Tutup Agus.