Kegiatan yang berlangsung sejak sejak 7 Agustus Hingga 11 Agustus 2023, nampak diikuti antusias oleh puluhan peserta ibu-ibu dari perwakilan Kelurhan yang ada Samboja.
Disela-sela kegiatan, CSR Pertagas, Yedo Kurniawan mengatakan, pertama-tama dirinya mengucapkan terima kasih kepada warga Kecamatan Samboja yang antusias mengikuti kegiatan ini.
Ia terangkan, kegiatan yang diinisiasi oleh Pertagas dalam kesempatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat khusunya dalam kriya pemembuatan ecoprint dan shibori.
"Targetnya adalah ingin menopang perkembangan IKN dengan menonjolkan kreativitas dari warga. Sehingga desa yang ada di Kecamatan Samboja menjadi salah satu desa tujuan masyarakat untuk mencari produk masyarakat, sehingga brimbas pada peningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya kepada awak media.
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa, pihaknya juga akan melakukan pengembanga di daerah khusunya di Samboja dengan mengembangkan warna khas kayu Ulin. Sehingga benilai jual di masyarakat atau di pasar.
Disamping itu, dalam kegiatan yang berlangsung dalam kesempatan tersebut pihaknya mendatangkan Peserta dari berbagai desa yang ada di Kelurahan Samboja.
"Target kita yaitu melakukan pembinaan kemudian akan kami lakukan pendampingan ditahun depan sehingga next step, kain ini tidak hanya distep satu, melainkan ada peningkatan dan ada nilai jual dan menjadi mitra kami kedepannya," jelasnya.
Sementara itu, ditanya alasan memilih Samboja dalam pengembangan ecoprint dan shibori tersebut. Hal itu dikarenakan, Samboja menjadi salah satu ringnya Pertagas. Kemudian, yang kedua Samboja menjadi ring 1 nya IKN .
"Potensi ini memanggil kami agar masyarakat punya nilai jual untuk hasil kriyanya khususnya dalam ecoprint dan shibori karena ada warna khas yang bisa dikembangkan disini," tandasnya.
Ditempat Yang sama, Ketua Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Kaltim, Didi Anggrad mengatakan, kegiatan yang berlangsung dalam kesempatan tersebut atas inisiatif Pertagas.
Pertagas kali ini memberikan kesempatan untuk warga di Kecamatan Samboja untuk diberikan keahlian khususnya di bidang pengolahan kain yaitu ecoprint dan shibori.
Dalam hal ini Pertgas juga mengandeng stakeholder yang dekat dengan kegiatan ini. Mendatangkan teman teman dari Kemenparekraf untuk teknik pelatihannya. Kemudian, Pertagas juga bekerja sama dengan Kagama dan Amung godhong.
"Diharapkan melalui kegiatan ini ibu -ibu yang ada di Samboja bertambah kemampuan dengan keahlian yang diberikan. Sehingga dengan demikian akan membantu perekonomiannya rumah tangga, kemudian menambah penghasilan dan sebagainya. Sehingga mereka punya taraf hidup yang lebih baik lagi kedepan," tambahnya.
Selain itu, terkait pewarna,ecoprint biasanya merupakan pewarna yang dikenal oleh masyarakat dan sudah umum. Akan tetapi kebetulan, di Kaltim punya tanaman menghasilkan warna. Dan itu hal baru.
"Sudah tanamannya endemik dan wernanya juga khas, yang tidak ada di pewarna -pewarna lain.
Tanamanya ada dua yaitu tanaman pohon Ulin dan tanaman Bajaka. Syukur ini kedepan menjadi katalog pewarna nasional bahkan internasional. Bahwa ada dua pewarna khas endemik dari Kaltim. Ini yang sebetulnya nilai ecoprint nilai shibori khas dari Kaltim," bebernya.
Disamping itu keunggulan lain dari pewarna ini adalah hanya memanfaatkan limbah dari bekas kayu Ulin. dan dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan nilai ekonomis.
Sementara itu, Mentor dari Amung godhong, Retno Setia Ningsih, menambahkan bahwa. Tujuannya dilaksanakan kegiatan ini yakni untuk membantu warga Samboja untuk bersama sama mengangkat potensi lokal yang ada. Pertama disini ada pewarna Ulin, yang tidak ada tempat lain.
"Jika warna ini diangkat ini akan menjadi kas produk Kaltim. Jadi punya ecoprint khas Kaltim yang tidak dapat ditempat lain," bebernya.
Melalui kegiatan ini ia berharap warna khas Kaltim bisa semakin banyak dikenal orang. Dan hal itu telah dirinya buktikan dan dalam dua tahun terakhir ini produk pewarna Ulin itu sangat luar biasa .
"Secara kualitas perwarna itu sangat bagus karena kita sudah uji produk sudah kami pake selama dua tahun dan luar biasa Bagus," pungkasnya. (Adv)
Editor Aspian Nur