Bemamai Soal Stunting, Cara DP2KB Kukar Peringati Harganas ke-30 Tahun
1 menit baca333 kali dibaca

Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) punya cara unik dalam memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 tahun ini, pada Rabu (26/7/2023).
Rangkaian acara diawali upacara peringatan Harganas di halaman Kantor DP2KB dipimpin Sekda Kukar, Sunggono. Kemudian dilanjutkan penyerahan penghargaan berkaitan dukungan program pemerintah daerah serta pemberian bantuan telur kepada keluarga berisiko stunting.
Setelah rangkaian kegiatan selesai, DP2KB mengajak seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir menuju ke aula tengah menyaksikan suguhan teater khas kearifan lokal yakni seni bemamai atau marah-marah namun mengandung unsur nasehat.
Sekretaris DP2KB Kukar, Mastukhah mengatakan, teater yang ditampilkan menceritakan tentang komunikasi, informasi dan edukasi. Bentuknya adalah promosi, penyuluhan dan sosialisasi. "Dikemas dengan kearifan lokal yang ada di Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur, bemamai. Jadi apapun kegiatannya tagline-nya adalah penurunan stunting," katanya kepada koranKaltim.com, Rabu (26/7/2023).
Ia menegaskan, selain soal penurunan stunting ada banyak tema yang bisa dipilih seperti reproduksi sehat, aturan pernikahan yang diperbolehkan, bahaya merokok juga perubahan perilaku yang sehat.
"Jadi itu beberapa pesan yang di sampaikan di 'bemamai' tadi, jadi boleh nikah asalkan umurnya 21 yang perempuan dan untuk laki-laki 25 tahun, dan lila (lingkar lengan) harus diukur untuk menikah itu harus memiliki lila 23.5 sentimeter meskipun belum ada 23.5, bisa saja melanjutkan pernikahan, boleh namun harus minum TTD ( tablet penambah darah) kemudian yang terpenting dari kedua belah pihak harus disehatkan terlebih dahulu," tegasnya.
Hal ini sebagai bentuk antisipasi supaya generasi berikutnya yang dilahirkan sehat, hebat, tidak lagi stunting dan kurang gizi atau pun sebagainya. "Jadi itu semua dimulai dari kesehatan calon ibunya agar mencetak anak-anak yang sehat hebat dan tidak stunting," ucap Mastukhah. ( Adv)
Editor: Maruly Zainuddin










