
Direktur Operasional & HSE PT Berau Coal, Arief Wiedhartono mengatakan bahwa dari sekitar tiga persen kebutaan di Indonesia, katarak menjadi salah satu penyebab utamanya yakni mencapai 81 persen.
Kabupaten Berau tenyata cukup banyak yang terkena penyakit katarak, untuk itu PT Berau Coal berkolaborasi bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Sinar Mas untuk memberikan atensi khusus atas fenomena penyakit katarak dengan menggelar bakti sosial operasi katarak secara gratis bagi masyarakat Berau dan disambut baik oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Dr Abdul Rivai Berau.

"Untuk itu program ini dijalankan untuk menghadirkan solusi dan bentuk kepedulian bersama masyarakat Berau agar mendapatkan penanganan yang tepat," kata Arief kepada Korankaltim.com.
Progran ini juga sebagai bentuk keseriusan kami untuk menebar manfaat bagi masyarakat Berau khususnya di bidang kesehatan.
PT Berau Coal dan kontraktor mitra kerja secara konsisten mendukung program-program di bidang kesehatan seperti pencegahan stunting di kampung dampingan, pengobatan gratis, penyediaan sanitasi yang baik dan layak untuk masyarakat, dan saat pandemi Covid-19 yang lalu.
"Kedepannya kamu akan terus besinergi dengan Pemerintah Daerah dan Dinkes khususnya pada kegiatan kesehatan yang menjadi program prioritas yang memang perlu didukung," sebut Arief.
Sementara Koordinator Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Sinar Mas, Tawang Sotya Djati menyebut, kegiatan operasi katarak gratis bersama PT Berau Coal dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk membantu mengurangi angka penyakit kebutaan katarak, meringankan beban masyarakat, mendorong percepatan kualitas kesehatan dan juga kesejahteraan masyarakat Berau.
"Tim medis terdiri dari 7 dokter spesialis mata dan 22 tenaga medis dari Jakarta, ditambah dengan sejumlah tenaga medis dari RSUD, Dinkes, pendamping puskesmas, dan relawan-relawan yang terlibat dari Berau. Alat medis juga telah didatangkan langsung dari Jakarta untuk mendukung kegiatan ini," kata Tawang.
Kegiatan bakti sosial ini, diharapkannya menjadi program kolaborasi yang dilakukan dengan berbagai pihak yang akan membawa semangat dan kebaikan yang lebih luas dalam memajukan Kabupaten Berau.
"Dan prinsip kami, sepenuh hati menjadi relawan berkolaborasi dengan PT Berau Coal, Pemerintah Daerah dan RSUD Dr Abdul Rivai tentu harapannya kegiatan ini bisa berdampak positif kedepannya," ujarnya.
Satu pasien yang telah mengikuti operasi katarak gratis Suwarno mengatakan sejak mengikuti proses awal hingga screening dan lolos untuk dioperasi, dirinya sangat senang sebab kegiatan ini merupakan hal dinantikan sejak lama.
Suwarno berusia 68 tahun bekerja sebagai petani dan berasal dari Kecamatan Tabalar sangat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial ini dan memanfaatkan momen demi kesehatan. "Karena kalau langsung periksa sama dokter biasa agak lama prosesnya," kata Suwarso.
Secara terpisah, Dinas Sosial Kab Berau, Iswahyudi mengatakan PT Berau Coal sebagai salah satu perusahaan terbesar di Kabupaten Berau memiliki perhatian dan semangat luar biasa dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kegiatan bakti sosial seperti ini semoga bisa menginspirasi perusahaan maupun lembaga lainnya untuk rgerak dan melakukan hal serupa.
"PT Berau Coal sudah banyak membantu Berau, dan kegiatan seperti ini harus terus bergandengan untuk menangani masalah-masalah sosial karena itu merupakan bagian dari tugas perusahaan," imbuh Iswahyudi.
Pemerintah Daerah dalam hal ini memiliki komitmen kuat untuk menyelenggarakan program pembangunan kesehatan sebagai agenda prioritas. Kami menyadari, kesehatan masyarakat adalah salah satu indikator penting dalam upaya mewujudkan kemajuan daerah.
"Untuk itu, kami senantiasa menjalin kerja sama dengan berbagai elemen, salah satunya PT Berau Coal, sebagai upaya kami membangun sinergitas percepatan implementasi kebijakan daerah," tutup Iswahyudi. (adv)