Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Kartanegara Adinur mengatakan hal itu sebagai gerakan nyata yang dilakukan pemkab.
“Motto dua anak cukup laki-laki perempuan sama saja bertujuan mewujudkan keluarga berencana yang akan terus digalakkan. Pasangan suami istri dinilai dapat memberikan kualitas hidup yang baik melalui program keluarga berencana, mendukung penggunaan pil KB, suntik KB, IUDI, Implan dan berbagai macam jenisnya sebagai upaya pemerintah agar pasangan suami istri tidak berpedoman banyak anak banyak rezeki," kata Adinur.
Perkembangan program keluarga berencana saat ini bukan saja untuk menurunkan angka kelahiran dan stunting, tetapi juga mewujudkan bonus demografi yang berkualitas.
"Dua anak cukup dan menghindari empat terlalu, yaitu terlalu muda untuk melahirkan, terlalu tua, terlalu sering melahirkan dan terlalu keempat ialah terlalu rapat jarak kelahiran. Ini penting terus kita galakkan juga untuk mewujudkan bonus demografi yang berkualitas," papar Adinur.
Sebagai informasi, Indonesia diperkirakan akan menghadapi era bonus demografi beberapa tahun ke depan, tepatnya pada tahun 2030 hingga 2040 mendatang.
Bonus demografi yang dimaksud adalah masa di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas) dengan proporsi lebih dari 60 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.
Momentum tersebut tentu saja harus dihadapi dengan perencanaan yang matang dengan pemerintah saat ini tengah menggodok berbagai program untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. (Adv)
Editor: Aspian Nur