Acara yang mengangkat tema wawasan kebangsaan di lingkungan kampus, tantangan dan solusinya itu menghadirkan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK)RI, Arief Hidayat sebagai pemateri. Kegiatan ini juga dihadiri Rektor Unmul, Abdunnur beserta jajaran termasuk ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas dan para undangan.
Pada kesempatan itu, Ketua BEM-KM Unmul, Ikzan Nopardi mengatakan, tujuan digelarnya kuliah umum khususnya bagi para mahasiswa ini tak lain untuk mengokohkan wawasan kebangsaan sesuai nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Apalagi jelas Ikzan, mahasiswa yang menempuh pendidikan di Unmul memiliki latar belakang yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan wawasan kebangsaan untuk meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan.
Sementara itu, Abdunnur mengapresiasi kegiatan kuliah umum mengenai wawasan kebangsaan di lingkungan kampus Unmul tersebut. Menurutnya, wawasan kebangsaan penting untuk terus diingatkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari lewat 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.
“Wawasan kebangsaan ini harus terus kita ingatkan, jangan sampai kita mudah diintervensi negara lain, dan diprovokasi oleh kekuatan luar, sehingga kita penting merapatkan barisan dan menguatkan rasa kebersamaan dalam rasa kebangsaan yang kuat dalam negara kesatuan Republik Indonesia,” jelas Abdunnur.
Dalam kesempatannya, Arief Hidayat mengatakan, Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Hal itu dia sampaikan mengacu sebuah buku yang ditulis oleh seorang sarjana dari Brazil bahwa dunia global pada abad 21 pertengahan akan ada perubahan fundamental pada 5 negara besar di dunia yakni China, India, Indonesia, Brazil dan Amerika. “Karena diketahui seperti itu (Indonesia) masuk 5 besar, ada upaya kekuatan dari luar agar Indonesia tidak menjadi negara besar, terutama datangnya dari ideologi,” papar Arif.
Saat ini jelasnya, ideologi kanan maupun ideologi kiri sama-sama ingin meruntuhkan ideologi Pancasila. Bahkan saat ini pula jelasnya ada ideologi tengah yang menjangkiti generasi Z milenial termasuk ibu-ibu sosialita, termasuk para pejabat Indonesia yakni ideologi materialistik, individualistik tapi yang hedonisme atau bergaya hidup mewah.
Salah satu contoh lagi yang ingin meruntuhkan ideologi Pancasila adalah lewat budaya K-Pop dari artis-artis Korea. Ia berharap segenap bangsa untuk sama-sama menangkal agar ideologi tengah tersebut tidak masuk ke Indonesia. (adv)
Editor: Maruly Zainuddin