
Prosesi pengambilan sumpah janji yang dirangkai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) PNS ini dilaksanakan di ruang serba guna lantai 4 Rektorat Unmul pada Senin (10/4/2023) dan dihadiri para wakil rektor serta sejumlah pejabat di lingkungan Unmul.
Ada sebanyak 163 PNS yang diambil sumpah dan janjinya. Mereka terdiri dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Pada kesempatan itu, Rektor mengatakan, PNS yang diambil sumpah dan janjinya pada 2023 ini mayoritas merupakan tenaga pendidik atau dosen yang akan mengajar di fakultas-fakultas, termasuk beberapa tenaga kependidikan yang akan mengabdi di unit-unit kerja di lingkungan kampus termasuk di Rektorat.
Diakui Rektor, meski pada tahun ini di Unmul ada penambahan sebanyak 163 PNS, namun jumlah tersebut menurutnya masih belum memadai untuk memenuhi kebutuhan pegawai sesuai rasio yang ideal, terlebih lagi jika dibandingkan dengan jumlah PNS Unmul yang masuk masa pensiun setiap tahunnya serta tingginya minat masyarakat yang ingin menempuh pendidikan di Unmul.
“Kami hanya mendapatkan formasi PNS pusat, dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) juga kita terbatas, (rekrutmen) pegawai kontrak BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) juga masih belum bisa kami lakukan karena masih menunggu pedomannya,” terang Rektor.
Kepada ratusan PNS yang sudah diambil sumpah dan janjinya ini, Rektor berharap mereka bisa memberikan kontribusinya untuk kemajuan Unmul agar bisa bersaing dengan perguruan tinggi lainnya baik di tingkat nasional maupun internasional dengan membuat jurnal-jurnal ilmiah.
“Para dosen ini harus bisa meningkatkan kapasitasnya misalnya melanjutkan pendidikan ke luar negeri, tidak hanya untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan, tetapi juga membangun networking (jaringan) dengan masuk asosiasi, afiliasi dosen tertentu sesuai dengan bidangnya dan tentu tidak lupa menyebut afiliasinya dari Universitas Mulawarman,” terang Rektor.
Menurutnya, para PNS yang mengabdi di Unmul ini memiliki peluang dan tantangan yang besar, apalagi posisi Unmul memberikan dukungan penuh untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, sehingga banyak kesempatan untuk bisa memberikan kontribusi pemikiran sesuai bidang ilmunya untuk kemajuan daerah dan IKN ke depannya.
Selain itu, sebagai PNS jelasnya juga memiliki tuntutan untuk bisa menjadi agen perubahan. Tidak banyak menunggu, tetapi juga harus menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif serta memegang teguh pilar kebangsaan sehingga memiliki sensitifitas dan kepedulian kepada sesama. (adv)
Editor: Maruly Zainuddin