Ketua Umum Yayasan Abhiyya Parama Mavendra, yang ditunjuk sebagai pelaksana Duta Pariwisata Indonesia I Putu Andre Purnama Hendra mengatakan, penundaan terjadi karena beberapa kendala teknis.
"Yang pertama, Pemerintah Kabupaten Berau belum melengkapi beberapa berkas syarat acara. Anggaran yang awalnya telah disepakati sejumlah Rp500 juta juga hingga kini belum diturunkan kepada penyelenggara. Hal ini mempersulit gerak persiapan untuk acara," ujarnya kepada Korankaltim.com, Minggu (6/11/.2022).
Namun demikian, I Putu Andre mengaku optimis kegiatan ini akan tetap berlangsung sukses. Pasalnya, berdasarkan komunikasi terakhir dengan Wakil Bupati Berau H Gamalis, Ketua Yayasan sekaligus ketua umum Duta Pariwisata Indonesia bersama Regional Director Kalimantan Timur diundang ke Berau pada Minggu kedua bulan November ini untuk membahas teknis acara yang hanya tinggal menghitung minggu.
"Kami tetap optimis dan percaya kepada Bapak Wakil Bupati Berau yang akan membantu dan mempermudah serta memberikan kepercayaan penuh terhadap dana anggaran kepada Tim Pusat. Karena tanggung jawab akan suksesnya berada di tangan kami selaku pemilik acara, dan seluruh masyarakat Indonesia akan selalu menilai bagaimana kualitas acara tahun ini diselenggarakan di Berau," bebernya.
Duta Pariwisata Indonesia 2022 sendiri, kata I Putu Andre telah memilih 44 Finalis dari 34 provinsi untuk datang berkompetisi ke Berau, sekaligus mempromosikan pariwisata unggulan di Kabupaten Berau.
Tim Pusat melalui Yayasan Abhiyya Parama Mavendra tetap optimis untuk dapat mengulang kesuksesan acara dan memberikan dampak positif bagi Pariwisata di Berau, hal ini dikarenakan Tim Pusat telah bergerak secara mandiri sejak Bulan Januari untuk mempersiapkan segala hal dan konsep untuk acara puncak nanti, salah satunya telah merilis Theme song, dan pembekalan kepada seluruh Finalis selama masa Pra Karantina dari Agustus hingga November 2022. (Adv)
Editor: Rusdi