
Mewakili Kasat Intelkam Polres Paser AKP Rakhmat Wiwit Dianto, Kanit 1 Satilntelkam Polres Paser Ipda Slamet Hafidin hadir pada pertemuan silaturahmi ini dan menyampaikan kalau pertemuan dilaksanakan sebagai upaya Polres Paser untuk mengantisipasi potensi konflik yang terjadi saat Pilkades Serentak berlangsung.
"Pengalaman dari Pilkades tahun sebelumnya, ada terdapat beberapa permasalahan di beberapa desa. Semoga dengan ini kami bisa mendukung pemerintahan desa agar tetap kondusif sebelum, saat dan pasca pelaksanaan Pilkades," ucap Slamet Hafidin.
Beberapa konflik yang terjadi pada Pilkades tahun 2021 lalu diantaranya pembentukan panitia yang tidak netral, permasalahan daftar pemilih, permasalahan undangan pemilih, money politic, penundaan Pilkades, intimidasi terhadap pemilih dan intimidasi terhadap panitia pelaksana juga ada aksi menolak hasil Pilkades.
"Kami sudah melakukan pemetaan permasalahan Pilkades sesuai pelaksanaan tahun sebelumnya. Itu menjadi acuan kami dalam membentukan dan mendukung pemerintah desa dalam menjaga Kamtibmas," jelasnya.
Dari 72 desa yang melaksanakan Pilkades terbagi dalam 10 kecamatan di Paser antara lain 12 desa di Kecamatan Longkali, 11 desa di Kecamatan Muara Komam, 7 desa di Kecamatan Long Ikis, 5 desa di Kecamatan Muara Samu, 4 desa di Kecamatan Batu Sopang, 9 desa di Kecamatan Tanah Grogot, 7 desa di Kecamatan Paser Belengkong, 7 desa di Kecamatan Tanjung Harapan, 7 desa di Kecamatam Batu Engai dan 3 desa di Kecamatan Kuaro.
Ketua DPC Apdesi Paser Nasri menyambut baik pertemuan yang difasilitasi Satintelkam Polres Paser tersebut.
"Kami siap untuk mendukung kesuksesan Pilkades serentak akhir November mendatang. Kami berharap adanya pendampingan dari Polres Paser dapat mendukung kelancaran Pilkades nanti," ucap Nasri.
Dalam deklarasi, segenap pengurus DPC Apdesi Paser mendukung pelaksanaan Pilkades serentak 2022 yang aman, damai dan kondusif, mengajak masyarakata Paser untuk turut mensukseskan Pilkades serentak tersebut. Apdesi Paser juga menolak penyebaram berita hoaks, ujaran kebencian dan isu sara selama tahapan Pilkades dan menghargai perbedaan tanpa anarkis. (adv)
Penulis : Dwi Cahyo
Editor: Aspian Nur