Flash mob sendiri merupakan kegiatan kelompok yang berkumpul pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan, untuk melakukan gerakan tertentu dalam waktu singkat.
Dalam flash mob ini, PKS menggerakan para kadernya untuk turun ke jalan, menolak kenaikan harga BBM subsidi. Hadir dalam kegiatan falsh mob ini adalah Ketua DPD PKS Bontang, Sekretaris DPD PKS Bontang, Ketua DED, Sekretaris DSW PKS Kaltim, Ketua BK DPD PKS Kaltim dan hadir pula anggota DPR RI Dalil Kalimantan Timur K.H Aus Hidayat Nur.

Dari pantauan media korankaltimcom, para kader PKS tampak berjajar di trotoar jalan dan sisi pinggir jalan sambil membentangkan spanduk-spanduk, menolak kenaikan harga subsidi BBM. Dan aksi ini dimulai pukul 08.00 WITA hingga 11.00 WITA tadi pagi.
Menurut K.H Aus Hidayat Ñur, flash mob ini bentuk unjuk rasa menggunakan jalan raya atau berada di pinggir jalan supaya pengguna jalan sepeda motor ataupun mobil bisa melihat. Hanya saja Aus atau biasa disapa Kang Aus mengingatkan agar para kader tetap berhati-hati saat melakukan flash mob agar lalublintas tetap tertib dan aman.
"Di flash mob ini kami mengibarkan tulisan-tulisan spanduk berjalan. Sengaja tulisan besar agar mudah dilihat dan langsung dipahami," ujarnya.
Tujuan flash mob ini agar orang tahu dengan sikap PKS yang menolak subsisidi BBM.
Menurutnya, kenaikan BBM jelas mereka tolak karena sangat menyengsarakan rakyat. "Semalam saya tanya masyarakat Bontang, harga ikan naik Rp10 ribu hingga Rp 20 ribu, seperti jenis ikan Putih dan Kerapu. Belum lagi 9 bahan pokok, dan semua barang yang menggunakan jasa angkutan kendaraan karena BBM naik," kata Aus.
BBM merupakan darahnya manusia di suatu kota, jika darahnya rusak maka penyakit-penyakit akan muncul. "Karena itu kita tolak. Penolakan ini juga terlihat saat di Senayan, kita walk out, PKS menolak harga BBM bersubsidi yang baru. Ini perjuangan kita bukan untuk cara mencari popularitas," paparnya.
Aus juga memastikan jika penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bakal sarat kepentingan, mengingat sudah mendekati Pemilu 2024.
"BLT bisa disalahgunakan untuk pemilu. Merugikan rakyat. Ini yang kita tidak suka. Pemilu sudah dekat," sebut Aus.
Kondisi covid belum juga reda, kini pemerintah kembali menaikkan BBM.
"Pemerintah terlalu tega ini bukan kebijaksaan tapi penzoliman kepada rakyat. Karena itu kami menolak," pungkas Aus. (adv)
Penulis: Cholisoh