"Sebelumnya sudah pernah ada pelatihan produk madu, sekarang lebih kepada pengolahan produk propolis. Kedepannya diharapkan anggota KTH maupun masyarakat dapat mengolah produk-produk dari lebah kelulut. Bisa berupa serum atau kapsul yang dipaparkan pada kegiatan ini," ujar Edi kepada Korankaltim.com disela kegiatan pelatihan.
Nara sumber yang dihadirkan dari akademisi Universitas Mulawarman (Unmul) Dr Syafrizal Fahmi yang memberikan pengetahuan bagaimana cara dan hasil pengolahan produk kelulut yang dapat dipasarkan untuk mendukung peningkatan ekonomi bagi anggota dan masyarakat.
Lurah Mangkurawang Sufiansyah Alham mengapresiasi kegiatan ini apalagi yang kedua kalinya diadakan kepada KTH Spontan Madu Lestari yang memang menggeluti budidaya lebah kelulut.
"Kami sangat mendukung pelaksanaan pelatihan ini, ditambah lagi untuk perkembangan KTH Spontan Madu Lestari sudah sangat berkembang dengan baik. Harapannya para peserta bisa menyerap dan mengaplikasikan pengetahuan yang diberikan," ucap Sufiansyah.
Sementara perwakilan Dinas Kehutanan Kaltim bidang Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Hutan Hairul Fahmi secara terpisah mengatakan kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini untuk mengenalkan produk turunan dari lebah kelulut yaitu pengolahan propolis agar bisa dikonsumsi sebagai obat herbal dan lainnya.
"Jadi melalui pelatihan ini masyarakat dapat mengolah propolis yang terus di produksi oleh lebah kelulut sebagai bahan baku sarang. Sebab selama ini pembudidaya hanya fokus pada pengolahan madu. Padahal masih ada produk turunan lainnya yang juga dapat menjadi konsumsi pasar yang bagus," papar Hairul. (adv)
Penulis : M. Yasin Handayan