Pemeliharaan PJU, Dishub Upayakan Bankeu Provinsi
1 menit baca2.501 kali dibaca

SAMARINDA – Seretnya anggaran di Pemkot Samarinda berimbas pada minimnya alokasi anggaran untuk dinas. Dinas Perhubungan (Disbhub) misalnya, kini sangat mengharapkan tambahan dana. Selain dari APBD Perubahan, Dishub berupaya menembus kucuran dana dari bantuan keuangan (Bankeu) provinsi.
Berdasarkan perhitungan sementara, untuk saat ini keperluan yang difokuskan yaitu biaya penerangan jalan umum (PJU) serta penambahan dan perawatannya senilai Rp40 miliar.
Kepala Dishub Samarinda, Ismansyah mengatakan pihaknya tidak ingin mempermasalahkan jika usulan Rp40 miliar belum dapat dikabulkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Samarinda.
“Ya paling tidak dari APBD-P ada Rp200 juta, khusus untuk pemeliharan jaringan dan pergantian suku cadang saja. Selebihnya kami berharap pada Bankeu bisa menopang sisanya,” ujar Isman.
Ia pun sangat memaklumi jika pengajuan anggaran senilai Rp40 miliar sangat sulit diakomodir oleh TAPD Samarinda.
Dengan kondisi keuangan serba seret ini, Ismansyah mengaku harus memutar otak untuk mendapatkan bankeu dari provinsi agar dapat memenuhi penerangan jalan di kawasan yang padat lalu lintasnya di malam hari.
“Kalau pun dalam bankeu belum juga terpenuhi secara keseluruhan, ajuan akan kami sampaikan kembali dalam rancangan APBD murni tahun depan,” tuturnya.
“Paling tidak tahun depan kami bakal mengajukan senilai Rp5 miliar. Tapi tidak masalah, berapa pun anggaran yang diberikan akan kami coba untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Seperti diketahui dari Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dilaporkan banyak yang tidak berfungsi maksimal. Bahkan disejumlah jalanan protokol banyak bola lampu yang sudah mati.
“kan baru saja mendapatkan pelimpahan wewenang. Jadi kami harus menginventarisir dulu data dari DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan),” demikian Isman. (ms/adv)










