"Selain itu, implementasi dan integrasi SCADA dan GIS, Penerapan Sistem Pengadaan Terintegrasi dan Sistem Manajemen Aset," jelas Saipul.
Dari sisi jumlah pelanggan, target tiga ribu Sambungan Rumah (SR) pada tahun 2021 telah tercapai. Dan pada tahun 2022 dirinya optimis target tiga ribu pelanggan baru juga tercapai, bahkan lebih.
Salah satu pendorong naiknya jumlah pelanggan ini karena adanya keringanan pembayaran yang diberikan kepada pelanggan baru.
“Saat ini, Perumda Air Minum Batiwakkal memiliki misi untuk mengoptimalisisi dan melakukan pengembangan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) guna mencapai cakupan layanan 70 persen masyarakat Kabupaten Berau,” tuturnya.
Selain itu berdasarkan survei kepuasan pelanggan tahun 2021 terhadap 3.118 pelanggan Perumda Air Minum Batiwakkal, hasilnya mencapai 96,1 persen yang terdiri atas 19,7 persen sangat puas dan 76,3 persen menyatakan puas.
Kepuasan pelanggan yang cukup tinggi ini tidak lepas dari inovasi layanan yang dilakukan manajemen Perumda Air Minum Batiwakkal. Misalnya dengan mengaktifkan peran serta Ketua RT dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Inovasi dalam pelayanan pelanggan adalah dengan melibatkan Forum RT dan lurah di wilayah pelayanan Perumda untuk ikut menyusun perencanaan,” sambungnya.
Meskipun saat ini Perumdam Batiwakkal dihadapkan dengan tantangan masih rendahnya tarif air, namun jajarannya tetap berusaha menunjukkan performa terbaik. "Meskipun bertahap, diharapkan ada penyesuaian mengingat selama 11 tahun belum pernah ada penyesuaian tarif air di Berau," pungkas Saipul. (adv)
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur