
Pendamping Kelompok dari Tim Comrel & CID, Luluk Murni Wahyuni menjelaskan, melalui UKM Wasteco pihaknya mengkoordinir penyaluran gas methane hasil olahan sampah TPA Manggar, Balikpapan ke lebih dari 215 sambungan rumah tangga. Para pengguna cukup bayar iuran Rp 10 ribu per bulan untuk membiayai operasional dan perawatan fasilitas pendistribusiannya.
Gas methane yang dihasilkan dari TPA Manggar dimanfaatkan kelompok ibu-ibu sebagai bahan bakar untuk memasak dan membuat berbagai makanan olahan. Unit usaha ini berhasil menambah pendapatan anggotanya. Sedikitnya ada 12 usaha makanan anggotanya yang berkembang.
“Kami beruntung mendapat pembinaan dari PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang memberikan dukungan permodalan serta pelatihan seperti manajemen dan kewirausahaan. Bahkan kami difasilitasi melakukan studi banding pengelolaan sampah dan desa wisata ke Yogyakarta. Studi banding ini membuka pikiran kami untuk mengembangkan usaha dan memajukan kampung kami menjadi kampung wisata energi terbarukan,” ujar Luluk.
Sementara itu, Kelompok Budidaya Madu Hutan Taman Kehati Kokolomboi binaan PT Pertamina Donggi Matindok Field di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah terpilih sebagai UMKM terbaik kedua karena dinilai berhasil memadukan keseimbangan aspek ekologis dan sosial dalam aktivitasnya.
“Aspek ekologis dilakukan, karena pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam rangka konservasi kekayaan hayati Taman Kehati Kokolomboi, Banggai Kepulauan. Sedangkan aspek sosialnya adalah dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga melalui budidaya dan pemasaran madu hutan,” jelas General Manager Zona 13, Imam Nur Akbar.
Jenis lebah madu yang dibudidayakan adalah lebah madu dahan dan lebah madu batu. Sebelum adanya UMKM binaan ini, masyarakat Desa Leme-leme Barat, Kecamatan Buko, Banggai Kepulauan terbiasa masuk ke dalam hutan dan berpotensi merusak vegetasi yang ada ketika mengambil madu hutan. “Kini mereka mengambil madu hutan dari rumah lebah budidaya yang disebar di beberapa titik, tanpa merusak vegetasi yang ada di sekitar,” urainya.
Dia menambahkan, jika sebelumnya masyarakat sering mengambil madu hutan di dahan pohon yang tinggi atau tebing yang curam yang berpotensi menyebkan kecelakaan, kini mereka hanya perlu memanen madu di rumah lebah budidaya di tempat yang lebih aman.
Penerapan teknologi budidaya madu hutan terbukti mampu meningkatkan produksi yang sejalan dengan peningkatan pendapatan warga. Pada tahun 2021, Kelompok Budidaya Lebah Madu Hutan Taman Kehati Kokolomboi berhasil memproduksi 215 liter madu dahan dan 125 liter madu batu.
Madu dikemas menggunakan kemasan botol berukuran 250 ml, dan dijual dengan harga Rp65.000,00 per botol. Madu-madu ini kemudian dipasarkan baik di lingkup lokal maupun nasional.
Selain UMKM terbaik, pada Pra Forum Kapasitas Nasional 2022 wilayah Kalsul juga memilih booth favorit yang diraih Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik), binaan PT Pertamina EP Tarakan Field. UMKM ini berada di Kelurahan Kampung Satu, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Pengembangan UMKM ini dilakukan salah satunya untuk menjawab kebutuhan sosial dan meningkatkan kapasitas kalangan penyandang disabilitas di Kota Tarakan yang tergabung dalam Kubedistik. Kelompok ini memanfaatkan potensi limbah bakau yang diolah menjadi cairan pewarna batik. Setelah melalui sejumlah proses, kelompok disabilitas ini menghasilkan batik ramah lingkungan dengan motif khas Tarakan. Beberapa motif terbaiknya turut dipamerkan di ajang Pra Forum Kapasitas Nasional 2022 wilayah Kalsul.
Sementara untuk video terbaik diraih oleh Kelompok Herbalist, binaan Job Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi. Ketiga UMKM terbaik beserta UMKM dengan video terbaik mendapatkan uang tunai, sertifikat dan plakat.
Selama dua hari (22-23 Juni 2022), SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja sama (KKKS) mengadakan Pra Forum Kapasitas Nasional 2022 wilayah Kalsul, di Balikpapan. Event ini menjadi forum yang mempertemukan para pemangku kepentingan industri hulu migas di area Kalimantan dan Sulawesi. Selain menghadirkan operatur migas (KKKS), SKK Migas juga mengundang pihak pabrikan, vendor dan UMKM binaan KKKS yang menjadi penunjang industri hulu migas.
“Sektor hulu migas akan terus konsisten dalam mendorong industri-industri penunjang lokal untuk tumbuh dan semakin berkembang, sehingga peran mereka di dalam perekonomian nasional dan daerah semakin kuat,” kata Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi, di Balikpapan.
Menurutnya, UMKM binaan telah menjadi bagian penting dalam aktivitas industri hulu migas di tanah air. Ada porsi-porsi yang diisi oleh pabrikan, vendor nasional dan lokal, serta UMKM sebagai penunjang industri hulu migas. Di kegiatan Pra Forum Kapasitas Nasional 2022 wilayah Kalsul, mereka mampu menunjukkan perannya yang signifikan dalam memperkuat perekonomian lokal. (Adv)
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur