
Ketum DPP Amsindo Andrie Afrizal menyampaikan Muswil ini merupakan kali pertamanya dilakukan di Kalimantan. Karenanya sebagai tuan rumah dari lokasi ibu kota baru, tentu harus secara seksama mendukung pembangunannya.
"Kaltim ditunjuk sebagai IKN itu suatu keberuntungan. Kami putra daerah harus mendukung pembangunan IKN, karena harus lahir pemimpin bangsa yang berasal dari Kaltim," sebut Andrie.
Amsindo merupakan sebuah asosiasi yang menghimpun media sosial (medsos) di seluruh Indonesia. Tak hanya sampai disitu, mereka pun berupaya untuk melakukan pengembangan dengan mendirikan perusahaan media siber.
"Kami di Amsindo ditekankan dalam satu tahun sudah harus bertransformasi menjadi media siber," sebut Andrie.
Diharapkan dengan proses awal pembangunan IKN ini banyak menyerap tenaga kerja. Untuk ketua Amsindo Kaltim yang terpilih diharapkan agar dapat bersama-sama mengembangkan organisasi dan merangkul semua pihak yang ingin bergabung serta berkolaborasi.
Nakhoda baru Amsindo Kaltim terpilih ialah pemilik Medsos Samarinda Etam, Muhammad Dio Mahendra. Dio mengaku ada beberapa bakal calon yang maju, namun seiring berjalannya waktu bakal calon tersebut mempercayakan dirinya untuk memimpin Amsindo hingga 2027 nanti.
"Amsindo ini kan kebanyakan berdiri dari medsos. Target kami kedepannya ingin bertransformasi ke media siber agar diakui Dewan Pers," sebut Dio.
Dio optimisti dapat mengembangkan asosiasi yang beranggotakan 51 anggota dan tersebar pada 10 kabupaten kota di Kaltim ini. Amsindo akan membangun komunikasi dan berkolaborasi ke berbagai instansi, terkhusus Pemda, TNI dan Polri.
Menghadapi IKN, Dio mengaku siap meningkatkan sumber daya manusia (SDM) para anggota guna dapat bertaraf nasional hingga internasional. Hal ini guna menjadikan anggota Amsindo yang berdaya saing.
"Tingkatkan SDM melalui pendidikan formal maupun non formal agar bisa bersaing dalam skala nasional maupun internasional," paparnya.
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Muhammad Faisal menyambut baik hadirnya Asmindo di Benua Etam. Kehadiran adanya asosiasi ini dapat memberikan wadah baru pada pegiat media sosial dan siber.
"Mudahan dengan musyawarah ini yang nantinya membentuk kepengurusan, dapat bersatu serta splid agar dapat dikembangkan dengan baik. Karena organisasi bukan gaya gayaan saja, tetapi bagaimana isinya terhadap kemaslahatan dan kebermanfaatan," harap Faisal.
Dirinya berpesan agar dapat segera membentuk kepengurusan pada tingkatan kabupaten kota di Kaltim. Tak hanya dari Pemprov Kaltim, Kapolda Kaltim Imam Sugianto diwakili Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo pun mengapresiasi dengan terbentuknya Amsindo di Bumi Etam ini dan berharap Amsindo Kaltim dapat menjaga situasi untuk tetap kondusif dari pemberitaan-pemberitaan hoaks dan tindakan anarkis.
"Terwujudnya situasi Kamtibmas yang mantap saat ini bukanlah hasil kerja Polri semata, tapi berkat peran aktif dan dukungan Pemda, TNI, dan para stakeholder serta seluruh masyarakat Kaltim," ucap Yusuf.
Polda Kaltim menaruh harap yang besar kepada Amsindo Kaltim untuk mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polda Kaltim sehingga akan semakin meningkatkan sinergitas serta peran aktif masyarakat dalam membantu Polri. (adv)
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur