Fetty Poerwita Sary menerangkan aplikasi ini berguna untuk memudahkan kader Posyandu, ibu, dan anak dalam mendapatkan akses kesehatan. Pada aplikasi tersebut dapat dilakukan untuk pencatatan posyandu digital, melihat riwayat kesehatan ibu dan anak, pengingat jadwal imunisasi, berkomunikasi langsung ke Posyandu, serta artikel kesehatan.
Ia menyebut dipilihnya Posyandu Kenangan sebagai pilot project ini karena semata-mata demi membantu kader di Posyandu. Mengingat, kondisi tempat yang kurang representatif, namun mencakup tiga RT dan terdapat kurang lebih 150 KK serta 40 bayi dan balita. Juga minimnya pengetahuan ibu terkait kesehatan bayi dan balita.
"Mereka kadernya gak banyak dari lima orang yang aktif hanya tiga orang saja. Semua keterbatasan itu pastilah mereka membutuhkan bantuan," urai Fetty.
Fetty mengaku menaruh empati pada para kader Posyandu Kenangan ini. Sebab, dalam berjalannya kerja-kerja Posyandu, mereka sempat kehilangan laporan akibat hanyut terbawa banjir.
"Kita kasihan, itukan sebenarnya kerja keras mereka. Karena telah ditulis manual, tidak di-record malah hilang. Makanya kami hadir untuk membantu," terang dia.
M Yudha Febrianta menyampaikan hadirnya Abdimas Telkom dengan membawa aplikasi M-KIA 79 ini sejatinya berupaya untuk memberikan solusi kepada para kader Posyandu.
Aplikasi ini, kata dia, merupakan pengembangan versi dari yang sebelumnya pernah dibuat, dengan penambahan fitur pencatatan data berkaitan tumbuh kembang bayi dan balita.
"Jadi ibu-ibu nanti selama ini kan melakukan secara by paper, harapannya ke depan bisa paperless. Aplikasi ini bisa dibawa ke mana-mana. Bisa di-update, dilihat historynya," jelasnya.
Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kader Posyandu dalam memudahkan kerja-kerjanya, karena ini akan menjadi jembatan langsung antara ibu-ibu dan anak dengan pihak Puskesmas.
"Data akan terkumpul langsung oleh kader secara otomatis lewat file, setelah itu dilaporkan langsung ke Puskesmas, jadi cepat. Sehingga gak perlu tulis manual lagi," ucap Yudha.
Dari pilot project ini diharapkan dapat menampung apabila masih terdapat kendala, sehingga akan disempurnakan, agar ke depannya menjadi lebih baik lagi.
Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Temindung, Dewi Masfawati, menyampaikan bahwa Puskesmas Temindung itu membawahi dua kelurahan yakni Sungai Pinang Dalam (SPD) dan Mugirejo. Khusus Kelurahan SPD terdapat 114 RT dan 18 Posyandu. Sementara di Mugirejo 43 RT dan 14 Posyandu.
Menyangkut Posyandu Kenangan, disampaikan Dewi, meliputi tiga RT diantaranya RT 75, RT 76, RT 77 dengan jumlah balita sebanyak 40 orang.
Ia berharap dengan adanya aplikasi M-KIA 79 ini senantiasa memberikan manfaat kepada para kader Posyandu dalam bekerja. Kemudian memudahkan informasi, dan memantau tumbuh kembang bayi, serta mencegah stunting. "Kita berterimakasih, semoga ini akan dapat membantu para kader Posyandu," katanya.
Dewi menyebut sejauh ini fasilitas infrastruktur dari Posyandu yang ada masih sangat perlu diperhatikan untuk lebih baik lagi ke depannya. "Kita terus koordinasi lintas sektor dari dua kelurahan dan kecamatan," tuturnya.
"Harapannya Posyandu bisa lebih di tingkatkan lagi sarana prasarananya, termasuk pencegahan stunting kita perlu alat ukur, timbang, bisa disediakan oleh pemerintah," harap Dewi.
Ketua Posyandu Kenangan Dahliana menyatakan adanya aplikasi dari Universitas Telkom ini sangat membantu, pastinya akan memudahkan.
Idah sapaan akrab Dahliana, mengaku selama ini masih mengalami kendala ketika melakukan secara manual. Adanya M-KIA 79 tentu akan mempermudah, agar lebih leluasa menginfokan kepada para warga. "Alhamdulillah bisa mempermudah untuk membuat laporan, pengukuran tinggi, informasi jadwal, informasi pemberitahuan vaksin," ucap Idah.
"Harapannya juga bisa memudahkan dalam memberi informasi, mengedukasi para ibu, memudahkan dalam memantau tumbuh kembang bayi dan balita, memudahkan kami dalam berkomunikasi dengan para ibu, memudahkan kami mendapatkan riwayat kesehatan yang rapi," tambah Idah lagi. (adv)
Penulis : Faishal Ays
Editor : Bambang Irawan