Untuk Provinsi Kaltim, kegiatan Panen Jagung Nusantara dipusatkan di Kukar yakni di Kelompok Tani Saka Makmur Kelurahan Loa Ipuh Kecamatan Tenggarong, Rabu (29/9). Acara dihadiri Gubernur Isran Noor dan Bupati Edi Damansyah beserta jajaran.
Ketua Kelompok Tani Saka Makmur Effendi, mengatakan kelompoknya memiliki luas lahan fungsional yang ditanami Jagung seluas 80 hektare. Untuk mengelola lahan pertanian khususnya jagung, Kelompok Tani Saka Makmur memiliki alat dan mesin pertanian berupa dua buah traktor roda empat (bantuan APBN dan APBD), dua buah corn seller, dua buah corn seller roda tiga, hand traktor, 30 unit hand sprayer, 17 buah corn planter, pompa air portable, 15 buah terpal kolam (bantuan APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten dan Anggaran dana Desa). "Sementara yang saat ini sangat diperlukan untuk peningkatan kualitas Jagung petani kelompok tani memerlukan mesin pengering atau driyer atau lantai jemur ultra violet portable, sedangkan untuk pengairan diperlukan pompa air portable bertekanan tinggi untuk penyiraman pada saat musim kemarau," katanya.
Ia mengatakan jenis jagung yang ditanam di kelompok Tani Saka Makmur adalah jagung BISI 226, hasil ubinan jagung adalah 4,8 ton/hektare. Sementara harga yang diperoleh petani saat ini adalah Rp. 6.000 per kilogram dengan kadar air 14 persen.
Acara panen Jagung Nusantara dirangkai dengan silaturahmi Bupati Edi Damansyah, Ketua DPRD Abdul Rasid dan kepala Dinas Pertanian dan Peternakan dengan Duta Petani Milenial (DPM) Kukar.
Hal ini sebagai salah satu upaya pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam menghadapi krisis regenerasi petani, saat ini rata-rata usia petani di Indonesia khususnya di Kutai Kartanegara adalah 52 tahun sedangkan jumlah petani yang berusia di bawah 40 tahun tidak lebih dari 10 persen.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Sutikno, SP MM mengatakan telah menggagas program yang diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda untuk berusaha tani melalui Proyek Perubahan (Proper) Kepala Dinas Pertanian dan peternakan yang berjudul “Meningkatkan Peran Petani Muda (Milenial) dalam Pengembangan Kewirausahaan di Bidang pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (PEMUDA IDAMAN)”
“Silaturahmi pada hari ini menjadi langkah awal untuk pengembangan wirausaha Petani Muda (Milenial) yang ada di Kukar, Pada jangka pendek, Oktober-November ditargetkan ada tiga kelompok tani milenial yang menjadi pilot project, untuk jangka menengah pada tahun 2022 ditargetkan sudah ada 18 kelompok di 18 kecamatan dan pada program jangka panjang tahun 2023-2026 ditargetkan sudah ada minimal satu kelompok tani milenial di 237 desa/kelurahan,” kata Sutikno.
Adapun perwakilan Duta Petani Milenial yang hadir pada acara silaturahmi tersebut Muhammad Fadil, Kelompok Tani Milenial Margahayu (Jonggon A) Kecamatan Loa Kulu dengan usaha tani yang digeluti Budidaya Jahe, Padi, Karet dan pengolahan hasil pertanian (Warung Makan Ayam Serondeng), Wahyu Kurnianto, Kelompok Tani Milenial Margahayu (Jonggon A) Kecamatan Loa Kulu dengan usaha budidaya dan jual Beli Sengon, Palet Kayu, jahe dan Penjualan Lidi Sawit, Hanif Sofyan, Desa Bukit Pariaman Kecamatan Tenggarong Seberang , usaha yang digeluti pengolahan hasil pertanian yakni Lumpia basah Bandung, I made Susana, Kelompok Tani Mandiri Bersama Desa Kerta Buana Kecamatan tenggarong seberang, usaha tani yang digeluti adalah budidaya Jamur Tiram, Khoiri, Kelompok Tani Milenial Jonggon B Kecamatan Loa Kulu, usaha yang digeluti budidaya padi, Jahe, Sayuran, Sawit dan Karet. (adv)