Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat dan keluarga almarhum Ir Suratman yang di wakilkan oleh putra pertamanya Eko Wahyu Laksmono.
Rahmad Pribadi mengatakan pembangunan jalan tersebut bertujuan sebagai akses alternatif bagi masyarakat yang menghubungkan Kelurahan Guntung dan Kelurahan Lok Tuan, yang dibangun oleh PT Kaltim Industrial Estate (KIE) dengan kualitas jalan yang sangat baik.
Disisi lain, jalan itu juga disiapkan sebagai modal dalam perluasan kawasan industri dan kepentingan investasi ke depan bagi Kota Bontang dalam peningkatan ekonomi.
"Kualitas jalan sangat baik, mudah-mudahan jadi salah satu keunggulan dan modal penting bagi kota Bontang menarik investasi," kata Rahmad kepada Korankaltim.com di lokasi peresmian jalan siang tadi.
Penamaan dua jalan tersebut menurutnya mempunyai alasan tersendiri.
"Ir Suratman sosok yang menginspirasi dan sangat berjasa bagi perkembangan perusahaan PKT, beliau adalah Direktur ketiga yang menjabat pada periode 1990-1995. Pemberian nama di jalan tersebut sebagai bentuk penghargaan perusahaan kepada leluhur," papar Rahmad.
Sementara, NPK Pelangi adalah salah satu produk terbaik yang dihasilkan perusahaan plat merah tersebut.
PKT dalam jangka waktu 5 tahun ke depan banyak sekali melakukan pengembangan dan pembangunan industri baru di dikawasan tersebut, dengan nilai investasi triliunan.
"Tahun ini kami membangun pabrik Amonium Nitrat dan tahun depan juga akan membangun pabrik Soda Ash atau bahan baku untuk kaca," jelas Rahmad.
Selain itu pihaknya juga, mewacanakan pembanguan Pabrik NPK baru, merehabilitasi pabrik tua dan mengaktifkan pabrik urea.
Dengan pengembangan dan pembangunan yang ditargetkan, PKT akan terus berupaya memperbaiki kualitas produksi hingga target memperbaiki posisi persaingan bisnis Pupuk Urea di Asia Pasifik bisa naik.
Rahmad mengingatkan kalau PKT adalah pabrik pupuk urea terbesar di Indonesia, terbesar di Asia Tenggara dan nomor 6 terbesar di Asia Pasifik.
"Jadi ini perusahaan yang besar yang menjadi kebanggaan nasional, dengan perbaikan produksi ranking di Asia Pasifik bisa naik, berbeda sedikit saja dengan perusahaan asal Arab Saudi, dengan kapasitas produksi 100 ribu ton per hari," tuturnya.
Maka dari itu diharapkan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan, sehingga perusahaan bisa terus memproduksi, mendistribusikan pupuk baik subsidi atau non subsidi sehingga kontribusi bagi bangsa dan negara terus meningkat.
"Kami mohon dukungannya dan doanya agar PT Pupuk Kaltim bisa terus berkembang dan memberikan manfaat tidak hanya untuk karyawan tapi juga masyarakat sekitarnya dan juga untuk bangsa negara," tutup Rahmad.
Sementara Najirah mengatakan mendukung PKT dalam rencana pengembangan industri yang dicanangkan dan memberikan apresiasi karena PT PKT dan PT KIE yang membantu dalam hal pembangunan infrastruktur jalan.
Diharapkan, dengan memadainya jalan sebagai infrastruktur pendukung dapat menarik investor-investor untuk menanamkan modalnya di Kota Bontang.
"Kalau ingin menarik investasi harus dibangun sarana dan prasarananya. Semoga ke depan bisa terus bertambah perusahaan berdiri di Kota Industri ini," harap Najirah.
Sebagai informasi kegiatan ini berlangsung dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh tamu undangan sebelum mengikuti rangkaian kegiatan terlebih dahulu melakukan swab antigen. Upaya itu dilakukan agar mencegah persebaran Covid-19 di Kota Bontang. (Adv)
Penulis : Muhammad Ridwan
Editor: Aspian Nur