“Momen kemerdekaan ini tentunya kami juga ingin berpartisipasi khususnya untuk menanamkan nilai-nilai kebudayaan kepada masyarakat Samarinda. Selain itu kita juga mengenalkan budaya khas daerah lainnya makanya kami pilih Reog,” ujar Kepala Dishub Samarinda, Ismansyah.
Pertunjukan Reog merupakan pertunjukan budaya khas daerah Ponorogo, Jawa Timur. Namun Isman mencoba menggelar pagelaran ini untuk masyarakat Samarinda khususnya di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Sambil kita coba menyatukan pihak-pihak dari lingkup pengelola pasar pagi, para jukir (juri parkir) serta OPD-OPD yang datang untuk membaur dalam pagelaran ini,” urainya.
Ditengah keterbatasan anggaran saat ini, Isman menegaskan menggelar pertunjukan rakyat seperti ini tanpa menggunakan dana yang bersumber dari APBD. “Ini hanya bentuk partisipasi saja dari para pengelola pasar, rekanan Dishub dan pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Makanya kegiatan ini sama sekali tidak menggunakan APBD, karena bagi saya sumbangan dari para partisipan sudah cukup membantu memeriahkan acaranya ini,” jelasnya.
Selama acara berlangsung, Isman pun menjamin arus lalu lintas kendaraan yang melintas di depan Pasar Pagi tidak terhambat. Isman menyatakan sudah menugaskan anggota Dishub yang mengatur ketertiban lalu lintas kendaraan. (adv/ms)