
NA adalah persaudaraan atau perkumpulan nirlaba bagi para mantan pecandu narkoba. NA merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi kecanduan narkotika melalui beberapa tahapan pemulihan. NA lahir karena tingginya penyalahgunaan narkoba di Kaltim setiap tahunnya. Komunitas NA di Samarinda saat ini beranggotakan kurang lebih 50 orang dengan 15 pengurus yang aktif.
Muhammad As’af salah satu pengurus NA yang menjadi narasumber pada acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan menuturkan, bahwa faktor pendukung pemulihan pecandu narkoba adalah motivasi dari orang-orang terdekat seperti keluarga dan sahabat. Sementara, faktor penghambat pemulihan adalah kurangnya dukungan keluarga dan belum “move on”nya seorang mantan pecandu narkoba dari pergaulan yang dulu.
"Metode NA menekankan rasa kekeluargaan dan perasaan senasib sepenanggungan. Tingkat partisipasi korban yang mengikuti metode ini cukup tinggi. Metode ini memiliki dukungan kuat terhadap pemulihan korban penyalahgunaan narkoba dan membantu memperbaiki hubungan dengan keluarga, serta mendapatkan kembali kepercayaan keluarga dan diri sendiri," jelas Muhammad As'af.
Sampai saat ini, masih ditemukan kasus mantan pecandu narkoba yang dikucilkan dilingkungannya. Pada sosialisasi yang berlangsung, Mawar menyampaikan bahwa efek penggunakan narkoba pada seseorang merupakan hilangnya rasa percaya diri dan timbulnya rasa anti sosial.
"Oleh karena itu, social support sangat penting diberikan kepada para mantan pecandu narkoba agar mereka dapat berfokus pada proses pemulihan dan tidak kembali menjadi pecandu narkoba," kata Mawar dalam rilis tertulis diterima Korankaltim.com, Senin (22/3/2021).
Selain itu, lanjut Mawar diharapkan melalui dukungan komunitas NA, tidak ada lagi kasus mantan pengguna narkoba yang dikucilkan dilingkungannya dan setiap masyarakat diharapkan dapat memegang teguh sila kedua dan ketiga serta UUD 1945 bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama, serta mereka hidup dalam NKRI.[]
Editor : Rusdi