Jembatan yang melintas di atas Sungai Kelinjau tersebut dibangun sepenuhnya oleh PT Subur Abadi Wana Agung (SAWA) dan PT Hamparan Perkasa Mandiri (HPM).
Jembatan memiliki manfaat ekonomi yang sangat besar bagi warga. Pasalnya, jembatan yang berlokasi di Desa Rantau Sentosa itu, juga menghubungkan desa-desa lain di Kecamatan Busang, seperti Desa Mekar Baru, Desa Long Lees, Long Bentuq, Long Pejeng, Long Nyelong, Long Poq, Long Tesak, dan Gemar Baru.
“Jelas menjadi urat nadi perekonomian dan sosial. Jembatan memperlancar akses warga dari desa dan kebun ke Sangatta dan juga Kota Samarinda. Masyarakat akan lebih mudah memasarkan hasil kebun, termasuk coklat, hasil kebun, atau sawit milik mereka. Juga sembako dan BBM,” sebut Impung.
Dari sisi sosial, jembatan tersebut juga sangat strategis. Impung mencontohkan, jika terdapat anggota masyarakat yang sakit tengah malam, tentu keberadaan jembatan sangat membantu. “Jadi tidak perlu lagi membangunkan Ferry malam hari,” ujarnya.
Belum lagi kalau kondisi hujan air naik sehingga Sungai Kelinjau menjadi kotor karena penuh kayu. Akibatnya, Ferry sebelumnya menjadi tumpuan harapan, tidak bisa beroperasi. “Bahkan, pernah ada Ferry yang kena kayu dan karam. Tetapi dengan adanya jembatan, masyarakat bisa tetap melintas dalam kondisi apapun,” papar Impung.
Jembatan ini bertipe-C, dengan bentang utama sekitar 60 meter dan panjang keseluruhan 120 meter. Sedangkan bentang pendekat 2×30 meter, dengan lebar bersih 3,5 meter atau total lebar jembatan 4,5 meter.
Masyarakat menurut Impung memang sudah lama menginginkan keberadaan jembatan karena sepanjang sejarah, sejak merdeka, baru pertama kali ini jembatan tersebut dibangun. Memang pernah beberapa kali diusulkan, tetapi pemerintah daerah tidak memiliki kemampuan anggaran untuk membangun. “Jadi, kami bersyukur sekali ketika PT SAWA dan PT HPM sepenuhnya membangun jembatan ini melalui dana CSR mereka,” ungkapnya.
General Manager Licence dan Corporate Social Responsibility (CSR) PT SAWA, Angga Rachmat Perdana, mengaku gembira atas lancarnya pembangunan jembatan. Menurut Angga, jembatan tersebut merupakan sumbangsih perusahaan, untuk mempercepat gerak roda ekonomi masyarakat. “Sudah 95 persen selesai. Kami harap, bisa segera diresmikan,” sebut Angga.
Pembangunan jembatan merupakan salah satu kontribusi perusahaan untuk meningkatkan perekonomian warga. Dengan akses yang jauh lebih baik, diharapkan roda ekonomi masyarakat juga turut berputar cepat. “Meski dibangun perusahaan, siapapun bisa melintasi jembatan tersebut,” tutup Angga. (adv)