Kehadiran produk terbaru Telkomsel tersebut juga sebagai salah satu solusi pemerataan akses PJJ, terutama bagi masyarakat kelas bawah. Pihak Telkomsel sendiri akan mendistribusikan sebanyak 160 ribu kartu perdana kepada para pelajar Kaltim yang membutuhkan.
Pada kesempatan itu, Thomas Anda Siaga mengatakan, sejak awal penyesuaian masa pandemi Covid-19, Telkomsel telah berupaya untuk terus bergerak maju berinovasi menghadirkan ragam inisiatif produk dan layanan yang dapat mendukung adaptasi kebiasaan baru di berbagai aktivitas masyarakat, terutama dalam memberikan kenyamanan para pelajar dan pengajar menjalankan PJJ.
“Kami sangat mengapresiasi respons positif Pemprov Kaltim untuk memastikan terjangkaunya akses pendidikan jarak jauh bagi masyarakat Kaltim melalui kartu internet Merdeka Belajar yang kami hadirkan. Kartu ini melengkapi produk-produk yang sebelumnya telah kami hadirkan dalam memfasilitasi proses pembelajaran jarak jauh,” jelas Thomas.
Bantuan tersebut juga, jelas Thomas, merupakan program CSR Telkomsel yang kali ini dipersembahkan untuk para siswa di Indonesia. Pihaknya berharap program CSR Telkomsel ini dapat membantu siswa yang belajar daring selama pandemi.
Isran Noor menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel atas kepeduliannnya terhadap sektor pendidikan di Kaltim khususnya di masa adaptasi kebiasaan baru.
Lebih lanjut dia mengatakan, dengan program Merdeka Belajar Jarak Jauh yang dipelopori Telkomsel ini diharapkan dapat mendukung siswa belajar selama masa pandemi COVID-19. “Terlebih lagi, banyak aplikasi belajar yang bisa diakses langsung oleh para siswa dengan menggunakan Kartu Perdana Kuota Belajar yang diberikan Telkomsel secara gratis,” tuturnya.
Seperti diketahui, dengan kartu internet Merdeka Belajar, pelajar di Kaltim akan mendapat kartu perdana Telkomsel yang kemudian dapat dipergunakan untuk mengaktifkan Paket Kuota Belajar 10GB selama 30 hari melalui aplikasi MyTelkomsel atau UMB *363*844#.
Kuota Belajar tersebut kemudian dapat dipergunakan untuk menikmati kemudahan akses ke sejumlah platform aplikasi belajar daring dan konferensi video yang ada di paket llmupedia dan Conference, seperti Rumah Belajar, Zenius, Quipper, Udemy, Duolingo, Sekolah.mu, Cakap, Bahaso, Cambridge, AyoBlajar, Zoom, CloudX, UMeetMe, Microsoft Teams, Cisco Webex, Google Meet, Google Classroom, dan ratusan situs belajar daring yang dikelola kampus dan sekolah hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Keuntungan kartu internet Merdeka Belajar masih berlanjut pada bulan berikutnya dengan melakukan pengisian pulsa sejumlah Rp5 ribu untuk mendapatkan tambahan Kuota Belajar 10GB selama 30 hari serta tambahan kuota 500 MB untuk internet dan 500 MB untuk aplikasi chatting.
Penulis: */Maruly Zainuddin
Editor: M. Huldi