Pada kesempatan itu, Agus Tantomo mengatakan Kabuparen Berau
memiliki 100 kampung dengan beragam potensi yang selama ini selalu diberikan
dukungan pemerintah daerah seperti Alokasi Dana Kampung (ADK) dengan kisaran
Rp2,5 miliar hingga Rp5 miliar per tahun.
"Pemerintah kabupaten juga memberi kewenangan penuh
kepada kepala kampung untuk mengelolanya.
Itu merupakan modal besar, sehingga kampung-kampung di Berau
dapat berinovasi dan bisa masuk nominasi 5 besar tingkat nasional. Salah
satunya di Kampung Batu Putih," kata Agus Tamtomo.
Sementara, Kabid
Pemberdayaan Kampung DPMPK Berau Sudirman menyampaikan, dalam menghadapi
tim penilai lomba, pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan seluruh
masyarakat kampung dalam membangun kebersamaan dan meningkatkan ekonomi
perekonomian.
Terlehih Kampung Batu Putih terbagi menjadi 2 zona besar
ekonomi, yakni sektor perikanan dan perkebunan. Sehingga Kepala Kampung
menciptakan terobosan dengan mengeluarkan Peraturan Kampung (Perkam).
"Dalam Perkam yang diterbitkan 2106 itu, ada sanksi
tegas bagi warga yang melakukan penangkapan ikan dengan bahan peledak ataupun
bahan berbahaya lainnya," timpal Sudirman.
Dari dua inovasi tersebut, dirinya optimis Kampung Batu
Putih layak menjadi kampung terbaik nasional.
"Atas inovasi yang dilakukan, mengantarkan Batu Putih
menjadi Kampung dengan status swasembada lanjut hanya dalam kurun waktu 3
tahun," pungkasnya. (*)