Menurut Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Bagir Pasaman, Inkubator Bisnis ini adalah salah satu binaan dalam program CSR Pupuk Kaltim, yang terus dilakukan pengembangan.
“Kami sangat peduli terhadap masyarakat yang difabel. Di Inbis ini PKT mengalokasi dana CSR untuk memberi kesempatan bekerja kepada saudara kita yang punya kekurangan,” ujar Bagir Pasaman.
Dan kali ini, untuk kesekian kalinya Pupuk Kaltim kembali memberikan bantuan sebesar Rp450 juta, untuk meningkatkan kapasitas produksi di Inkubator Bisnis.
Bagir juga menyatakan sangat bersyukur atas berkembangnya Inkubator Bisnis, dan semakin banyak ABK yang bisa direkrut untuk bekerja. Sementara sebelum melihat Inbis, Menteri BUMN bersama rombongan rakor terlebih dahulu mengunjungi CSR Pupuk Kaltim yang berada di tengah laut, yakni Kampung binaan Melahing dan Keramba Jaring Apung.
Bantuan-bantuan yang disalurkan antara lain, PLn memberikan bantuan elektrifikasi rumah display produk dan renovasi ruang kelas di Ekowisata Malahing Tourism sebesar Rp500 juta, Pupuk Indonesia memberikan bantuan sebesar Rp1.420.000.000 kepada Ekowisata Malahing Tourism, Pupuk Indonesia memberikan bantuan pembangunan work shop Inbis dan fasilitas kampung berdaya ramah disabilitas sebesar Rp450 juta, Himbara memberikan bantuan pembangunan Ekowisata Gjntjng Touresm sebesar Rp1 miliar, Pegadaian memberikan bantuan pembangunan sarana ibadah SD Aisiyah Bontang sebesar Rp175 juta. (cil/adv)