“Ini agenda rutin dan untuk tahun ini merupakan yang terbanyak diikuti seluruh pesilat yang ada di 15 Kecamatan dalam sejarah PSHT Kukar mengadakan tes calon warganya. Yakni ada 450 pesilat yang terdiri 15 Kecamatan yang ada di Kukar yakni Tenggarong, Tenggarong Seberang, Tabang, Kembang Janggut, Kota Bangun, Muara Kaman, Sebulu, Loa Kulu, Loa Janan, Samboja, Muara Jawa, Sangasanga, Anggana, Muara Badak, Marangkayu,” katanya, kepada Koran Kaltim, kemarin.
Kangmas Eko, sapaan akrabnya menyampaikan, Cabang Kukar sendiri sudah resmi terbentuk sejak 1994 lalu yang sebelumnya merupakan ranting Tenggarong dan resmi berdiri pada 1989.
“Untuk angkatan pertama itu 1991 waktu masih ranting Tenggarong. Pusatnya di Madiun dan telah berdiri sejak 1922. Organisasi kami ini pendanaannya swadaya dan terdiri dari seluruh lapisan masyarakat dari kalangan atas sampai bawah, semua agama dan semua suku bangsa di Indonesia,” ucapnya.
Ia menjelaskan, yang menonjol dari organisasi PSHT ini merupakan rasa persaudaraan yang erat serta mampu berkontribusi nyata bagi perkembangan dan mencetak atlet-atlet berkualitas untuk cabang olahraga pencak silat.
“Jadi tahapannya untuk bisa mengikuti tes calon warga ini minimal mengikuti dua tahun di masing-masing ranting dan rayon PSHT yang ada di Kecamatan. Pertama polos sabuk hitam, kemudian setiap enam bulan tes untuk naik tingkat ke sabuk jambon, kemudian enam bulan lagi ke hijau kemudian putih yang dilanjutkan untuk tes calon Warga yang kita gelar hari ini,” jelasnya.
“Ya intinya kita turut melestarikan budaya bela diri asli Indonesia yakni pencak silat, jangan sampai kalah populer dengan olahraga bela diri impor serta kontribusi untuk atlet di Kukar dan Kaltim, juga mendidik manusia Indonesia agar berbudi luhur, mengetahui mana benar dan salah,” imbuh Eko. (adv/hei)