Menurut dia, remaja atau generasi muda seharusnya sudah dibekali pemahaman terhadap bagaimana membangun keluarga yang terencana, berkualitas, sehat dan sejahtera.
“Saya mengapresiasi kerja keras BKKBN yang tak bosan-bosannya mengkampanyekan pentingnya program keluarga berencana (KB) bagi generasi muda dan para remaja,” katanya.
Generasi muda sejak dini lanjutnya, sudah harus disentuh, dirangkul dan diberikan pemahaman yang benar dan tepat tentang penyiapan kehidupan berkeluarga.
Diungkapkannya, setiap anak, remaja atau generasi muda harus melewati jenjang pendidikan yang terencana setelah itu beralih ke dunia kerja.
“Berbekal pendidikan, keterampilan dan ilmu yang dimiliki dengan usia matang mereka lebih mudah memasuki pasar kerja dan hidup mapan untuk berkeluarga,” ungkapnya.
Meiliana menyebutkan dari 3,5 juta jiwa penduduk Kaltim, sekitar 800 ribu jiwa diantaranya adalah remaja. Di masa depan, jumlah remaja tersebut merupakan potensi besar untuk membangun Kaltim.
Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Eli Kusnaeli mengemukakan rangkaian kegiatan Harganas XXV dirangkai berbagai kegiatan.
“Kegiatan puncak di Kaltim akan digelar pada 17 Juli di Sangatta Kutai Timur dan nasional 7 Juli di Manado,” ujar Eli Kusnaeli.
Ditambahkannya, kegiatan di daerah berupa sosialisasi pembangunan keluarga, talkshow dan pameran komunitas remaja (Love Corner) dan kreatifitas seni dengan menghadirkan 150 remaja
Talkshow dan sosialisasi dilaksanakan selama dua hari (29-30 Juni) menghadirkan Kasubdit Kelembagaan Bina Keluarga BKKBN Pusat Sugiyatno serta pembicara dari BKKBN Kaltim. (yans/sul/adv)