Perbaikan dan pembangunan infrastruktur penghubung antarkabupaten/kota di Kaltim sebagai salah satu wujud nyata menggeliatkan laju perekonomian daerah. “Sehingga, aspirasi masyarakat yang tinggal jauh dari perkotaan atas tidak meratanya pembangunan dapat terjawab,” ujar Veridiana.
Terlebih lanjut dia, kesukaran terus dirasakan daerah pedalaman dan perbatasan akibat selalu terkendala saat pendistribusian hasil panen pertanian dan tangkapan ikan karena faktor infrastruktur yang tidak mumpuni.
Jika pembangunan infrastruktur satu sama lain dapat saling terhubung, Veridiana optimis efek perkembangan perekonomian semakin nyata. “Investor pun dengan senang hati berinvestasi ke daerah. Pembangunan secara merata ini tentu dapat menekan angka kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, meningkatkan perekonomian daerah sehingga rakyat dapat merasakan kesejahteraan,” paparnya.
“Pembangunan Kaltim perlu kerjasama dan dukungan semua pihak. Baik dari segi ekonomi, politik, sosial dan budaya. Sebab itu, kita semua harus bersama-sama terus meningkatkan kinerja. Sementara, di era pasar bebas ASEAN ini menuntut kita untuk berkompetisi, meningkatkan daya saing dan kemampuan masing-masing untuk bersama mengejar ketertinggalan agar dapat melebihi provinsi lain,” tandas anggota Komisi III DPRD Kaltim ini. (adv/hms6)