Hal itu tak lepas dari bertambahnya jumlah destinasi wisata. Bontang bukan cuma Pulau Beras Basah. Pesona mangrove, keindahan Pulau Segajah, dan potensi kampung atas air Bontang Kuala, menjadi daya tarik tersendiri. Keberadaan Sungai Belanda, Kampung Melahing, dan Gusung, semakin menambah banyak pilihan.
Menukil data Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Bontang, kawasan mangrove paling banyak dikunjungi. Maklum, saat ini ada titip wisata sejenis. Di Berbas Pantai, Bontang Mangrove Park Salebba, dan Taman Wisata Graha Mangrove.
Kepala Disporapar Bontang Bambang Cipto Mulyono mengatakan, sejumlah pembenahan akan dilakukan untuk semakin mempercantik tempat wisata itu. Mangrove Berbas Pantai contohnya. Di sana nantinya dipercantik dengan gapura dan penambahan pagar. Pusat kuliner pun ditata.
Beras Basah yang sudah menjadi ikon pun dibenahi. Dimulai dengan menata pedagang agar tidak terlihat kumuh. “Jembatan akan diperbaiki. Termasuk membuat tulisan Beras Basah,” ujar Bambang.
Pemkot Bontang juga akan membangun pusat informasi wisata di Kelurahan Bontang Kuala. Pembiayaan proyek ini memakai APBN melalui dana alokasi khusus (DAK). Cuma Bontang yang mendapat bantuan tersebut.
Tidak hanya membenahi wisata alam, Pemkot Bontang berencana membuat museum yang menggambarkan perkembangan Kota Taman. Termasuk pula yang berhubungan dengan pupuk dan gas. “Jadi pengunjung tahu bagaimana perkembangan Bontang sejak awal,” kata Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Selain itu, dibangun pula SMK4 yang khusus membidangi pariwisata. Sekolah tersebut terletak di Kompleks Perumahan PAMA, Kelurahan Bontang Lestari. Di atas lahan 3 hektare ini akan ada dua jurusan yang dibuka. Yakni perhotelan dan usaha perjalanan wisata.
Neni mengatakan, sekolah di bidang pariwisata ini adalah komitmen Pemkot Bontang untuk bersiap menghadapi era pascamigas.
Neni meyakini SMK dengan jurusan perhotelan dan travel agent ini akan banyak diminati. Dunia pariwisata akan semakin maju dan pilihan destinasi akan semakin banyak. Untuk menunjang sektor pariwisata, kata Neni, pemkot sejak 2016 anggaran yang dikucurkan mengalami kenaikan. Jika pada 2016 hanya Rp 429 juta, tahun lalu meningkat menjadi Rp 1,95 miliar. (hms/cil)