Pemkot Danai Musala Nur Muhammad Rp154 Juta
2 menit baca479 kali dibaca

BONTANG - Pemkot Bontang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (Dinas PU-PRK) Bontang telah mendanai pembangunan Musala Nur Muhammad di wilayah RT 35 Kelurahan Tanjung Laut senilai Rp154 juta. Secara simbolis, bantuan dana tersebut diberikan dalam acara Safari Ramadan Pemkot Bontang bersama Forkompinda.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan Selasa (5/6) malam kemarin merupakan malam ke-22 Ramadan. Neni berdoa mudah-mudahan semua diberi kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa di hari ke-23 hingga akhir Ramadan.
“Mudah-mudahan semua diberi umur panjang dan bisa menyelesaikan di 10 malam terakhir Ramadan, saya ingatkan sempatkan untuk beritikaf, karena belum tentu tahun depan kita bertemu lagi dengan Ramadan,” jelas Neni di Musala Nur Muhammad, Selasa (5/6) kemarin.
Oleh karenanya, Neni menyampaikan agar di Bulan Suci Ramadan ini harus dijadikan sebagai momen berhijrah. Sehingga sesuai nama musalanya jangan hanya bercita-cita agar anak-anaknya saja yang berakhlaq baik, tetapi semua yang dewasa juga. Karena arti dari nama musala ini Nur Muhammad atau cahaya Muhammad maka semua harus punya sifat seperti Rosulullah SAW. “Rosulullah punya sifat sidiq, amanah, tabligh dan fatonah, semoga sifat itu ada dalam diri kita semua,” ungkapnya.
Neni berpesan agar warga RT 35 Kelurahan Tanjung Laut terus menjaga lingkungannya. Mengingat perumahan Tariza cukup kecil sehingga harus menjadi percontohan untuk wilayah lainnya. “Jangan buang sampah sembarangan, mulailah pilah sampah dari rumah tangga,” pinta dia.
Terkait pembangunan musala yang belum selesai 100 persen, Neni meminta warga rajin berinvestasi untuk akhirat. Apalagi di Bulan Suci Ramadan harus diperbanyak mengisi celengan untuk akhirat. “Sebagai umat beragama alangkah lebih baik berinvestasi membangun tempat ibadahnya,” ujarnya.
Andi Taher perwakilan takmir Musala Nur Muhammad mengatakan bangunan musala ini di desain 2 lantai. Hanya saja karena keterbatasan anggaran maka baru selesai satu lantai. Itupun belum ada toilet sehingga jika jamaah ingin ke toilet harus dipandu warga karena masih menumpang di rumah warga. “Minimal ada dana Rp50 juta lagi bisa dibangun toilet,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, Waka Polres Bontang, Kasdim Kodim 0908/BTG, Kajari Bontang, seluruh Kepala OPD Bontang serta camat dan lurah. (cil/adv)










