Keberangkatan kali ini merupakan kali kedua, sebelumnya sudah ada 471 warga Bontang yang telah Mudik Gratis PKT, dengan KM Binaiya pada Jumat, 1 Juni 2018.
Diantara ratusan pemudik yang sibuk menyiapkan barang bawaan, laki-laki asal Guntung, yang bernama Suparman (36) ini menyatakan sangat berterima kasih kepada PKT. Bagaimana tidak? Selama 13 tahun lamanya hidup di rantau, ia tidak pernah menginjakkan kakinya ke kampung halamannya ke Enrekang.
Mengetahui ada program Mudik Gratis PKT, ia pun langsung mendaftarkan diri bersama dua anak gadisnya yang berusia 8 dan 6 tahun di Kelurahan Guntung. Dia mengaku sangat senang lebaran kali ini bisa kumpul dengan keluarga di Enrekang.
Suparman pun mengakui jika proses mendapatkan tiket Mudik Gratis PKT didapat dengan mudah.
“Tidak sulit saya daftar, gampang karena kami melalui kelurahan. Alhamdulillah sudah 13 tahun tidak pernah pulang. Saya senang sekali, terima kasih PKT, mudah-mudahan PKT selalu jaya dan semakin maju, berkat PKT saya bisa mudik kali ini, karena saya hanya pasukan kuning di Dinas Kebersihan,” ujar Suparman sumringah.
Hal serupa juga disampaikan Hasni Salamah (60), yang pada Mudik Gratis PKT dirinya pulang kampung bersama suaminya, Muhtar (67) seorang pensiunan PKT tahun 2013.
Menurut Hasni, sudah dua tahun mereka tidak pulang kampung, dan kebetulan ada Mudik Gratis PKT, ia pun mendaftarkan diri ke Kelurahan Loktuan.
“Saya kan warga warga BSD RT.35, saya sampaikan ke panitia di Kelurahan Loktuan, bahwa suami adalah pensiunan PKT, kami juga termasuk warga miskin, dan Alhamdulillah kami dapat tiket Mudik Gratis PKT ini,” kata Hasni sambil memapah suaminya, yang sulit berjalan ke atas KM Binaiya, Senin (4/6) kemarin.
Dijelaskan Hasni, suaminya menderita amnesia dan sempat jatuh, akhirnya pendarahan di otak. “Suami saya sakit, dan beberapa waktu lalu, ia bilang ingin lebaran di Pinrang, katanya neneknya kangen, dan tengah menunggu di sana. Padahal saya tahu neneknya sudah lama meninggal,” jelas Hasni.
Dan begitu tahu ada Mudik Gratis PKT, ia sangat bersyukur akhirnya keinginan suaminya pulang ke Pinrang bisa terwujud.
“Mungkin ini jalan suami saya bisa pulang ke Pinrang, dan saya sangat berterima kasih kepada PKT, sudah melakukan program mudik gratis ini. Semoga PKT semakin maju, karena PKT saya bisa bawa mudik suami ke Pinrang,” ujar Hasni.
Hal yang sama juga dirasakan Harmawati(50), warga Loktuan RT.26. Menurutnya, ia akhirnya bisa mudik ke Barru, dengan kedua anaknya. Hasmawati juga mengatakan, tidak sulit mendapatkan tiket mudik gratis. “Baru beberapa hari lalu, saya ke kelurahan, saya daftar dan dapat tiket mudik gratis ini,” jelasnya.
Begitu juga disampaikan Tia (40), saat ia memesan tiket gratis di Kelurahan Loktuan, pada Kamis, 24 Mei 2018 lalu, tidak menemui kendala apapun.
“Aman saja, bagus kok, lancar saja saat daftar mudik gratis ini, langsung disetujui, saya pulang sama anak saya Zahra (5). Tapi tante saya tidak dapat tiket gratis karena bukan orang Bontang, dan salah satu persyaratannya kan harus bawa KK Bontang,” ujar Tia.
Walau demikian, Tia mengaku sangat senang bisa ikut Mudik Gratis PKT. Sebab, minimal mengirit ongkos mudik, yang biasanya ia harus merogoh kocek per tiket Rp181 ribu, dikalikan berdua dengan anaknya bisa habis Rp362 ribu. “Alhamdulillah, lumayan bisa ngirit uang tiket. Saya sangat berterima kasih kepada PKT. Semoga tahun depan ada lagi, dan semakin banyak, dan PKT semakin maju dan berkembang,” kata Tia, mewakili sebanyak 477 pemudik melalui jalur Mudik Gratis PKT, pada Senin kemarin. (cil/adv)