Tentu bukan persoalan mudah meraihnya, apalagi mempertahankan hingga empat tahun berturut. Membutuhkan kerja keras, komitmen, dan kecakapan dari pemimpin berserta OPD Pemkot Samarinda.
“Ini prestasi yang luar biasa bagi Samarinda. Di satu sisi menjadi dorongan, di sisi lain sekaligus menjadi tantangan bagi kita semua, terutama para pimpinan OPD. Empat tahun berturut meraih WTP bukan persoalan mudah. Tapi justru menjadi tantangan bagi kita sekarang adalah bagaimana supaya bisa terus mempertahankannya,” ujar Zairin didampingi Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin usai penyerahan laporan dimaksud.
Diakuinya, mempertahankan jauh lebih sulit dibanding meraihnya. Karena itu, ia menantang segenap pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Samarinda agar bisa mempertahankan hingga tahun depan kembali meraih WTP. Yang pasti lanjut Zairin, mendapat opini WTP bukan berarti bahwa sempurna alias tanpa kekurangan sama sekali. Karena itu, ia berharap agar jangan sampai terlena.
“Pertahankan yang sudah bagus, dan mana yang harus diperbaiki, ya kita perbaiki,” pesannya.
Sementara Kepala BPK RI Perwakilan Kaltim, Raden Cornell Syarief menegaskan opini terhadap laporan keuangan sejumlah Pemda di Kaltim bukan merupakan pemberian dari BPK.
Tetapi murni bukti keseriusan dan kesungguhan sebagai hasil kerja dari sejumlah Pemda di Kaltim. Apapun opini diberikan, murni hasil penilaian obyektif atas laporan keuangan disampaikan.
“Ada dua LHP kami serahkan yakni ke DPRD sebagai bahan pengawasan dan penganggaran di tahun selanjutnya, dan ke Pemda untuk perbaikan laporan. Laporan keuangan harus diperbaiki paling lambat 60 hari setelah penyerahan LHP ini,” tandasnya. (adv/kmf3)