“Oleh karena itu, kita harus menyiapkan tenaga-tenaga terampil berkualitas yang memenuhi standar Pertamina. Anak-anak Kaltim tidak boleh kalah bersaing dengan tenaga-tenaga kerja dari luar Kaltim,” tegas Awang Faroek Ishak saat membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait rencana pembangunan PEP Kaltim yang digelar di Hotel Aston Samarinda, akhir pekan lalu.
Saat ini, lanjut Awang Faroek, pemprov sudah melakukan kerja sama dengan sejumlah Balai Latihan Kerja yang tersebar di Kaltim untuk melatih pemuda-pemudi Kaltim agar pada saatnya bisa bersaing untuk mengisi kesempatan kerja di kilang migas baru di Balikpapan maupun kilang gas di Kota Bontang yang juga membutuhkan puluhan ribu tenaga kerja.
“Saya sangat berharap lulusan PEP Kaltim nantinya juga dapat bersaing untuk bekerja di kilang-kilang baru di Balikpapan dan Bontang karena sudah memiliki kemampuan yang sangat mumpuni dan sangat dibutuhkan,” kata Awang Faroek.
Gubernur juga yakin PEP Kaltim pada saatnya akan menjadi contoh bagaimana seharusnya perguruan tinggi didirikan, yakni harus dilandasi semangat untuk mengurangi pengangguran dengan lulusan terampil dan siap pakai.
“Saya berharap tahun ini PEP sudah berdiri. Tentu dengan tetap memperhatikan tahapan dan proses yang ditetapkan Kemenristekdikti. Saya sudah mendengar laporan bahwa tim percepatan telah terbentuk dan telah bekerja. Demikian pula tim akademis dan tim DED. Semuanya telah bekerja keras demi mewujudkan berdirinya PEP ini,” puji Awang.
Gubernur juga memberikan apresiasi atas kesediaan PT Insani Bara Perkasa yang berkenan menghibahkan lahan eks tambang seluas 10 hektar di Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Palaran untuk pembangunan politeknik ini.
“Selain itu saya mengharapkan kepada pelaku industri pertambangan, migas dan petrokimia lainnya agar dapat memberikan kontribusi dalam hal penyedian mahasiswa dari anak-anak yang berprestasi yang berada wilayah kerja perusahaan dengan menjadi bapak angkat dalam pembiayaan dengan menggunakan dana CSR,” pesan Awang Faroek. (mar/sul/adv)