“Peran media ini diharapkan bisa memberi kontribusi besar, mengingat peran media sangat berdampak dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” kata Komisioner KPU Syamsul Hadi, mengawali diskusi.
Pria berkacamata ini menuturkan, keterlibatan media dalam pilgub kaltim itu bisa dalam berbagai macam hal seperti, pengawasan, serta mengawal proses tahapan demi tahapan, hingga rekapitulasi yang ada.
“Dari hal ini saya mengharapkan para awak media bisa ikut mengawal kesuksesan pilkada kaltim ini, mengingat sekarang ini KPU Kaltim telah melakukan distribusi kertas suara ke berbagai plosok daerah di Kaltimantan Timur, setidaknya awak media bisa ikut mengawasi proses tersebut, agar nantinya berbagai kecurangan akan dapat terpantau oleh KPU kaltim sebagai penyelenggara pemilukada,” terangnya.
Ia mencontohkan, dalam proses pilkada tentu ada kemungkinan-kemungkinan terjadinya pelanggaran. Media, lanjutnya, berperan untuk meluruskan pelanggaran tersebut.
Dengan proses seperti ini, ia berharap semuanya menjadi damai. Apalagi, proses pelaksanaan dan pasca pelaksanaannya diikuti oleh semua pihak, sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kita harap tidak ada pelanggaran dan keselahan-kesalahan. Pengawalan terhadap Pilkada yang bersih dan berintegritas, cerdas dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas, itu butuh keterlibatan semua stakeholder, termasuk media,”harapnya.
Sementara itu, Ketua IJTI Kaltim Amir Hamzah mengamini ajakan tersebut. Menurut wartawan senior TV Nasional ini, teman-teman wartawan harus menjaga situasi Pilkada berjalan kondusif. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menekankan bahwa, media ataupun wartawan harus bersikap netral, jangan memihak ke siapapun dan kelompok manapun.
“Siapapun yang bertikai misalnya, (waratwan) jangan terlibat di dalamnya. Ketika wartawan terlibat, mau dibikin hijau kah, merah kah, atau hitam, pasti terjadi! Tapi alhamdulillah pemilu 2018 ini menurut saya paling terdamai selama saya jadi wartawan,” katanya.
Potensi kericuhan pun diantisipaai oleh Bawaslu Kaltim. Anggota Bawaslu Jumiati menuturkan, kasus pelanggaran antar peserta Pilkada acap kali memicu kerawanan konflik. Pihaknya pun telah mengantisipasi potensi kerawanan tersebut.
“Selama ini belum ada tindakan hukum. Temuan-temuan pelanggaran dilapangan pasti akan kita tindak dan minta klarifikasi untuk dicari titik temu , dan sejauh ini diselesaikan secara damai. Selama ini belum ada temuan yang melewati batas, yang tak kita harapkan,” bebernya.
Dalam aspek keamanan, Wakapolres Samarind AKBP Dedi Agustono menjamin Pilkada Kaltim akan berlangsung kondusif dan damai. Ia mengaku, khusus wilayah Samarinda telah menyiapkan personel 1 pleton untuk melakukan pengawalan dan pengamanan.
“Antisipasi potensi kerawanan sudah kita petakan. Kita pun sudah melakukan upaya-upaya preventif, yang pada akhirnya untuk menciptakan pilkada damai,”tandasnya. (sab/adv)