Menurutnya, alasan kenapa Kaltim harus menjadi tuan rumah adalah karena berbeda dengan even olahraga nasional lainnya, Fornas membutuhkan anggaran tergolong minim, serta menghidupkan kembali olahraga tradisional rakyat.
Selain itu, momen ini harus dimaksimalkan sebagai ajang untuk mempromosikan berbagai objek wisata di Kaltim kepada daerah luar guna memaksimalkan potensi ekonomi kerakyatannya.
“Terkait dengan usulan anggaran, Komisi IV akan memperjuangkan kepada pimpinan dan Banggar untuk bisa diperjuangkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim,” katanya.
Ketua Formi Kaltim Encik Widyani membenarkan bahwa untuk menjadi tuan rumah Kaltim hanya diwajibkan menyediakan venue, dan anggaran untuk wasit dan juri dan sejumlah kegiatan ceremoni.
“Total anggaran yang dibutuhkan Rp 12,3 miliar yang terbagi, biaya penyelenggaraan Rp 9,7 miliar dan Rp 2,6 miliar untuk biaya sebagai kontingen. Kami berharap agar bisa diperjuangkan,” sebutnya.
Selain itu, bagi daerah yang terpilih menjadi tuan rumah diwajibkan menyedikan uang pendaftaran/jaminan Rp 250 juta kepada Kemenpora RI. Oleh sebab itu pihaknya meminta dukungan DPRD Kaltim agar dapat terwujud. (adv/hms4/hms3)