Gubernur mengemukakan banyak program kegiatan pembangunan dilakukan secara sinergi antara pemerintah dengan TNI. Diantaranya, pembangunan bandara di perbatasan dan jalan-jalan tembus antarkabupaten termasuk upaya khusus bidang pertanian yang melibatkan TNI.
Terhadap gelar kekuatan TNI di daerah lanjutnya, pemerintah siap mendukung dengan menyediakan lahan sedangkan pembangunan menggunakan dana pusat. Misalnya, perluasan bandara agar kapasitasnya mampu didarati dan menampung pesawat tempur TNI juga pembangunan pelabuhan untuk pangkalan kapal-kapal TNI-AL.
Juga, kawasan satuan TNI AD seperti kawasan di Kabupaten Kutai Barat lahan eks PT Gunung Bayan sebagian dihibahkan untuk Yonif 612 Modang. Termasuk lahan sekitar Pelabuhan Semayang Balikpapan untuk pelabuhan sandar kapal-kapal TNI AL.
Selain itu, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan bisa dituruni pesawat tempur jenis Sukhoi dan F16 maupun jenis pesawat tempur lainnya untuk TNI AU.
“Pokoknya Kaltim siap memberikan lahan untuk pembangunan satuan-satuan baru gelar pasukan TNI di daerah. Tapi dananya dari pusat melalui DAK,” ungkap Awang Faroek.
Sementara itu Asisten Deputi Kekuatan, Kemampuan dan Kerja Sama Pertahanan Deputi 4 Kemenko Polhukam Brigjen TNI Suparjo mengemukakan kunjungan ke Kaltim dalam rangka melaksanakan perintah Menko Polhukam terkait pembangunan satuan-satuan baru TNI.
“Kegiatan kami terkait program TNI juga keinginan Presiden Joko Widodo dalam gelar kekuatan di luar Pulau Jawa khususnya wilayah Kodam VI Mulawarman,” ujar Suparjo.
Dia menyampaikan Menko Polhukam mengapresiasi Pemprov Kaltim yang sudah ikut membantu dan mendukung pembangunan satuan-satuan baru TNI di Kaltim. (yans/sul/adv)