Menurut Adam, ini merupakan sebuah terobosan yang bagus dari kerjasama PT Pelindo IV dengan Pemprov Kaltim melalui anak perusahaannya PT KKT. Ia juga mengatakan, untuk mengoptimalkan terminal peti kemas di Balikpapan sebagai wadah kumpul tujuan ekspor di kawasan Timur Indonesia, pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang ini.
“Kalau selama ini pengiriman barang dari sini ke Beijing memakan waktu dua puluh delapan hari, dengan adanya Direct Call maka akan menghemat waktu hingga sembilan hari. Ini luar biasa, dari segi waktu akan lebih cepat maka otomatis akan memangkas biaya,” ungkap Adam.
Namun demikian, Adam mengingatkan bahwa ada persoalan yang harus diperhatikan yaitu kesinambungan Direct Call ini harus dijaga. Baik PT Pelindo IV maupun PT KKT perlu kreatif untuk lebih memperbanyak komoditi yang dapat dikirim.
Sementara itu, dibukanya Direct Call ini maka komoditi andalan kita tidak perlu dikirim kemana-mana lebih dulu, melainkan bisa langsung melalui International Direct Call. Ini tentu memberi dampak signifikan terhadap ekonomi Kaltim. Selain itu, diingatkan pula bahwa kapal-kapal dari luar juga jangan sampai kosong, bisa dimanfaatkan dengan mengisi barang-barang impor yang memang kita butuhkan.
Adam juga menerangkan bahwa DPRD Kaltim selama ini konsen dan mendukung terus apa yang diusulkan oleh Pemprov Kaltim dalam memajukan Kalimantan Timur, termasuk mengalokasikan anggaran untuk membeli lahan guna perluasan terminal peti kemas. Termasuk kemudahan-kemudahan berinvestasi, serta penyertaan modal hingga International Direct Call ini dapat resmi diluncurkan. (adv/hms5)