“Bisa dibayangkan bagaimana perubahan yang dilakukan, namun tidak mengubah derasnya pompa air dan mampu menambah 3.000 sambungan. Ini merupakan prestasi yang harus kita akui dan secara menajemen berarti terjadi efektifitas dan cara memelihara serta memaksimalkan seluruh perangkat-perangkat PDAM secara optimal. Itu mulai dari pembersihan jaringan, mengurangi kebocoran sampai dengan menertibkan pelanggan yang membiarkan kebocoran terjadi,” ungkap Muharram dalam sambutanya.
Bupati Muharram juga menanggapi soal tingginya angka tunggakan pelanggan. Menurutnya, untuk mengatasi tingginya angka tunggakan itu, PDAM harus menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Berau. PDAM juga diminta untuk menciptakan sistem agar pelanggan tidak lagi mudah menunggak pembayaran.
Di sisi lain, Direktur PDAM Tirta Segah Adief Mulyadi mengatakan, acara tersebut merupakan salah satu cara bagi pihaknya untuk membangun silaturrahmi dan kedekatan dengan para pelanggan. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya dapat mengintrospeksi diri dan memperbaiki serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami akan terus melakukan pembenahan, baik dari segi kualitas, kuantitas, kontinuitas serta menambah cakupan pelayanan kepada masyarakat. Fokus kami ke depan juga, akan terus menerus melakukan perawatan dan perbaikan terhadap instalasi-instalasi kita, supaya airnya tetap lancar, jernih dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjamin,” ucapnya.
Adief juga mengungkapkan tingginya angka tunggakan pembayaran pelanggan. Dimana, dari sekitar 17 ribu pelanggan yang ada saat ini, hanya 7.785 pelanggan atau sekitar 45 persen, yang tertib membayar rekening air tanpa tunggakan. “Jadi PR kita masih ada sekitar 50 sampai 55 persen pelanggan yang menunggak,”pungkasnya. (ind/adv)