Petani Masih Kesulitan Permodalan


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     137 kali
img Ary Filipus

SAMARINDA - Selain dikepung pertambangan, nasib petani ibu kota kian suram. Ya, petani belum mendapat jaminan penghidupan sejahtera. Di sisi lain petani juga kesulitan mendapat tambahan modal karena tingginya bunga.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, NTP Kaltim tahun ini sebesar 97,45 persen atau naik 0,18 persen dibandingkan sebelumnya. Peningkatan persentase itu menunjukkan harga jual hasil pertanian meningkat meski tidak siginfikan.

Namun pemerintah belum sepenuhnya tertarik pada sektor pertanian. Wali Kota Samarinda, Sjaharie Jaang mengutarakan butuh waktu untuk merancang ekonomi melalui pertanian.

Hal ini terungkap saat beberapa petani meminta pemerintah mengalokasikan 10 persen APBD untuk pertanian. “Bidang pendidikan sudah 20 persen. Nantilah kami lihat. Hambatan petani itu akan jadi perhatian dan diperjuangkan maksimal,” katanya usai melantik pengurus Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Samarinda di Makroman, Minggu (11/2) kemarin.   

Untuk memudahkan petani katanya tidak melulu lewat APBD. Bank konvensional bisa berperan memberikan pinjaman modal dengan bunga rendah. Yang menjadi perhatian Jaang adalah Bankaltimtara. Ya, bank berstasus milik daerah itu punya kewajiban mengerjakan hal itu.

“Bankaltimtara kan banyak duit. Tinggal digelontorkan saja duit itu, lalu berikan bunga dibawah lima persen. Kenapa tidak bisa?” sindirnya.

Argumennya adalah saham mayoritas Bankaltimtara masih dipegang oleh pemerintah sehingga punya otoritas. “Nanti itu akan dibicarakan dengan OJK dan OPD terkait sehingga hambatan petani itu bisa diperjuangkan maksimal,” lanjutnya.

Kadis Pertanian Samarinda Ary Filipus mengatakan petani ibu kota kebanyakan dipersulit memperoleh pinjaman bank. “Bank bilang kredit gampang, ada sekian triliun disiapkan. Tetapi faktanya saat petani mau pinjam ke bank justru susah,” singgungnya. 

Jika dapat pinjaman pun kesulitan semakin bertambah. Pasalnya perbankan membebankan bunga pinjaman hingga 12 persen. Namun pemerintah membantu meringankan hingga lima persen. “Jadi petani tinggal bayar tujuh persen sisanya,” tambahnya. 

Selain itu, ia juga memiliki program yang dapat menjembatani para petani yang butuh modal, dengan perbankan. “Silakan datang ke kantor saya, nanti kita akan bantu bagaimana mendapatkan permodalan dari bank,” tandasnya. (rs)


baca LAINNYA