Konsumsi Ikan Masih Rendah


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 bulan yang lalu     179 kali
img MAKAN IKAN: Sejumlah murid sekolah dasar yang berkunjung ke Pangkalan Pendaratan Ikan dan mencisipi ikan goreng yang disediakan. (FOTO: MELISA/KK)

SAMARINDA - Tingkat konsumsi ikan di Kota Tepian masih tergolong rendah. Jika standar nasional menetapkan 39 kilogram per kapita per tahun, sedangkan di Samarinda baru mencapai 32,8 per kapita per tahun. Untuk menambah minat makan ikan, Dinas Perikanan Kota Samarinda mengeluarkan program gemar makan ikan yang dilangsungkan di Pangakalan Pendaratan Ikan (PPI) Samarinda Jalan Lumba-lumba Kelurahan Selili Kecamatan Samarinda Ilir. 

“Memang saat ini angka konsumsi ikan kita belum mencapai angka nasional. Makanya kami launching program gemar makan ikan khususnya ditujukan untuk anak-anak sekolah,” ujar Kepala Dinas Perikanan Syamsul Bacri.

Selain itu lanjutnya, pihaknya juga membagikan 90 kartu gemar makan ikan bagi sekolah yang ingin berkunjung ke PPI.

“Selain itu, bagi yang ingin membeli ikan menggunakan kartu itu mendapat potongan harga. Hal ini kami berikan untuk memacu anak-anak agar gemar makan ikan,” urainya.

Selain meluncurkan gemar makan ikan, dalam acara itu Dinas Perikanan juga mengajak beberapa peserta yang terdiri dari perwakilan sekolah dasar untuk berlomba makan ikan.

Tak hanya itu ia pun mengungkapkan, peluncuran gemar makan ini juga bagian dari mewujudkan salah satu program prioritas Walikota dan Wakil Walikota, Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail dalam mewujudkan masyarakat sehat.

“Sebenarnya program ini juga sebagai tindak lanjut atas perintah Pak Wali (Jaang) kepada seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) agar dapat berkesinambungan dengan program prioritas mewujudkan masyarakat sehat, salah satunya dengan gemar makan ikan. Karena seperti yang kita ketahui kandungan didalam ikan banyak sekali manfaat khususnya zat-zat bervitamin yang baik untuk kesehatan dan daya ingat. Bahkan kalau diolah daging ikan tidak hanya digoreng atau dibakar saja tapi bisa juga menjadi varian makanan lainnya,” imbuhnya Syamsul.

Selain mengajak gemar makan ikan, para nelayan juga mendapat dukungan untuk menggunakan alat penangkap ikan ramah lingkungan.

“Memang tidak dipungkiri bahan kimia atau alat yang belum ramah lingkungan masih sering digunakan. Makanya dari pusat memberikan bantuan agar para nelayan menangkap ikan dengan alat ramah lingkungan,” jelasnya.

Terpisah salah satu nelayan Taslim mengaku sudah 20 tahun lebih berlayar menangkap ikan menggunakan troll.

“Kami memang senang mendapat bantuan dengan alat ramah lingkungan. Semoga pendapatan kami bisa meningkat. Tapi sebenarnya tangkapan itu tergantung cuaca bahkan biasanya kami melaut sampai 10 hari,” tandas Taslim. (ms)



baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
17 menit yang lalu | dibaca 76 kali
img