Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Rapimnas Balikpapan Angkat Elektabilitas Golkar

Rapimnas Balikpapan Angkat Elektabilitas Golkar


korankaltim
korankaltim
2017-05-23 15:00:53
BALIKPAPAN – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham meyakini elektabilitas partainya akan kembali naik setelah penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Balikpapan, Senin (22/5) kemarin.

“Kami punya keyakinan itu (Rapimnas) akan berpengaruh besar terhadap elektabilitas partai,” kata Idrus.

Sebab, kata dia, hasil Rapimnas merupakan komitmen. Segala masukan yang diterima nantinya akan diwujudkan oleh partai. Salah satunya untuk menangkis isu-isu bahwa internal Golkar tengah tak solid. Idrus meyakini, soliditas partai sangat berpengaruh terhadap peningkatan elektabilitas partai.

“Soliditas ini pasti pengaruh. Kami punya keyakinan, sesuai dengan tema Rapimnas ini bagaimana membangun soliditas dan kebersamaan dalam rangka menyambut agenda politik ke depan,” ucapnya.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung sebelumnya menyebutkan bahwa selama setahun kepemimpinan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar, elektabilitas partai berlambang pohon beringin itu mengalami penurunan.

“Catatan yang saya sempat baca, elektabilitas (Golkar) turun, tren turun. Yang saya takutkan dari posisi Golkar partai atas kalau nanti penurunan ini akan berbahaya. Bisa enggak kita ke nomor dua lagi,” ungkap Akbar dalam diskusi bertajuk refleksi kepemimpinan Setya Novanto di bilangan Kuningan, Jakarta, Minggu (21/5/2017).Selain itu, Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Rapimnas Golkar, Minggu juga memaparkan soal hasil survei terkait Kiprah Golkar menuju Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.

Elektabilitas Golkar pada Maret 2016 sebesar 12,2 persen. Angka tersebut sempat naik pada Oktober 2016 menjadi 15,6 persen. Hal itu disebabkan oleh efek pencapresan Joko Widodo. Namun, angkanya kembali menurun pada Maret 2017, yakni 13,5 persen. Salah satunya adalah karena Pilkada DKI Jakarta. (kc)

loading...

baca LAINNYA