GP Ansor: Kampanye SARA Primitif


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     3 bulan yang lalu     351 kali
img M Fajri Al Farobi

SAMARINDA –  Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kaltim, M Fajri Al Farobi mengigatkan pasangan calon (Paslon) yang bertarung di kontestasi Pilgub Kaltim dan Pilbub PPU 2018-2023 akar tidak mengobarkan kampanye-kampanye yang bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan).

“Kami meminta semua pihak, baik yang terlibat secara langsung dan tidak langsung di Pilgub Kaltim dan Pilbup PPU agar tidak mengobarkan kampanye yang bernuansa SARA untuk tujuan perebutan kekuasaan semata. Kami menyakini paslon yang menggunakan SARA untuk tujuan politik adalah cara primitif dalam demokrasi,” kata Robi, Kamis (11/1).

Di Pilgub Kaltim ada empat paslon yang akan berebut kursi KT 1, yakni Andi Sofyan Hasdam –Nusyirwan Ismail,  Rusmadi Wongso–Safaruddin, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat, dan Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Sementara di Pilbub PPU ada 3 paslon, yakni pasangan Andi Harrahap-Fadli Imawan, Mustaqim-Sofyan Nur, dan Abdul Gafur Masud-Hamdan.

Robi pun menyarangkan paslon untuk berkampanye secara kreatif dan cerdas. Sebaiknya para paslon agar mengangkat tema yang postif bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Kaltim dengan mengedepankan ide dan gagasan dalam pendidikan politik yang baik bagi rakyat Kaltim,” pintanya.

GP Ansor Kaltim juga menyerukan kepada kalangan, baik penyelenggara, paslon, tim sukes, pendukung dan rakyat pemilih agar taat kepada asas dan hukum. “Itu dilakukan demi mendapatkan kualitas demokrasi yang baik dan berujung pada pencapaian tujuan mendapatkan pemimpin yang benar-benar menjadi harapan rakyat Kaltim,” imbuhnya.

Di pemilihan lima tahunan tersebut, GP Ansor menegaskan tidak akan mendukung calon tertentu. Namun, kata dia, sebagai individu dan warga Kaltim yang baik GP Ansor Kaltim tetap menyerukan kepada kader Ansor untuk tetap menggunakan hak pilihnya secara sadar, rasional, dan idelogis.

“Kami tegaskan (GP Ansor Kaltim, Red) tidak akan menjadi pendukung paslon tertentu, namun kami memperbolahkan kader tetap memilih pasangan pada saat pencoblosan,” tandasnya. (sab)


berita TERKAIT


baca LAINNYA