Semifinal Keenam Die Roten


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     64 kali
img TETAP LOLOS: Bek Bayern Munchen Rafinha sempat terkapar karena mengalami benturan dengan pemain Sevilla di laga kemarin.

MUNICH – Berakhir sudah petualangan Sevilla di kancah Liga Champions musim ini. Satu dari dua wakil LaLiga Primera Spanyol ini akhirnya harus rela tersingkir setelah tak mampu melakukan comeback saat menghadapi tuan rumah Bayern Munchen di Allianz Arena Kamis (12/4) dinihari kemarin.

Kalah 1-2 pada leg pertama babak 8 Besar pekan lalu, Sevilla setidaknya perlu dua gol tanpa balas atau satu gol ke gawang Die Roten kalau ingin memperpanjang napas. Namun selama 2x45 menit tak ada gol yang berhasil mereka ciptakan, begitu pula dengan tuan rumah. Skor kacamata 0-0 jadi penutup pertandingan. Bayern pun lolos dengan aggregate 2-1 untuk berlaga di semifinal. Pada pertandingan ini Sevilla harus bermain dengan 10 orang setelah Joaquin Correa mendapat kartu merah.

Ini menjadi semifinal keenam Bayern dalam tujuh musim terakhir. Satu-satunya kegagalan Bayern mencapai empat besar pada musim 2016/17 usai disingkirkan Real Madrid.

Pelatih Bayern Jupp Heynckes mengaku puas dengan hasil ini. “Saya sangat gembira karena kami tidak kebobolan, karena itu adalah sesuatu yang saya minta dari tim saya,” Heynckes mengungkapkan di Uefa.com. “Anda harus membuat clean sheet di pertandingan semacam ini. Skor 0-0 sudah cukup bagi kami untuk lolos. Kami tidak membiarkan diri kami bingung dan gugup. Sevilla memiliki sejumlah momen bagus tapi terkadang Anda hanya butuh untuk tetap tidak kebobolan,” lanjut pelatih berusia 72 tahun ini.

Heynckes sendiri yakin tak ada lawan yang ringan di semifinal nanti sekalipun AS Roma dan Liverpool dianggap kurang diperhitungkan. Tidak bisa dipungkiri, Liverpool dan Roma dianggap belum selevel Bayern atau Madrid. Namun, kemampuan mereka jelas tidak dapat dipandang sebelah mata. “Tidak ada pelatih yang memiliki preferensi,” jawab Heynckes saat ditanya tim mana yang ingin dihadapi Bayern. “Lihatlah pada apa yang terjadi dengan Barcelona. Pertandingan-pertandingannya akan ketat,” katanya. “Anda melihat di Manchester dan Roma bahwa segalanya bisa terjadi. Anda tidak bisa memandang remeh tim manapun yang sudah lolos untuk semifinal. Sudah tentu, kami ambisius dan ingin mencapai final,” Heynckes menegaskan.

Sementara pelatih Sevilla Vincenzo Montella tetap merasa bangga meski timnya tersingkir.

“Kami tersingkir dengan membanggakan,” kata Montella.

Kapten Sevilla Sergio Escudero mengamini pelatihnya dengan menyanjung kerja keras dan permainan mereka kendati hasilnya tidak berpihak kepada Sevilla. “Yang mesti kami banggakan malam ini adalah kerja hebat yang telah kami lakukan,” timpal Escudero. “Fans kami cemerlang, datang jauh-jauh untuk mendukung kami! Kami mendengar mereka sepanjang malam. Mereka hebat selalu,” imbuhnya. (lbc)


berita TERKAIT


baca LAINNYA