Wasit Anti Italia?


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     6 hari yang lalu     85 kali
img PICU KONTROVERSI: Momen saat Mehdi Benatia dianggap menabrak Lucas Vasquez yang berujung pada ditunjuknya titik putih alias penalty oleh wasit Michael Olivers pada laga Real Madrid kontra Juventus kemarin.

MADRID - Real Madrid dibantu wasit, maka wajar saja Real Madrid juara Liga Champions meski masih ada babak semifinal dan final. Bisa jadi itulah ucapan yang terlontar dari pecinta sepakbola dunia saat menyaksikan laga leg kedua perempatfinal Liga Champions menjamu Juventus di Santiago Bernabeu Kamis (12/4) dinihari kemarin.

Ya, penalty yang diberikan wasit Michael Oliver dari Inggris kepada Real Madrid menit ke-97 pada pertandingan tersebut seolah mempertegas jawaban dari banyak orang utamanya yang menyaksikan laga baik langsung maupun melalui layar kaca.

Juventus sejatinya menorehkan catatan special, tim pertama yang tiga kali mengalahkan Real Madrid di kompetisi Eropa, namun keunggulan mereka 0-3 lewat dua gol sundulan Mario Mandzukic dan sontekan Blaise Matuidi dirusak oleh penalty Cristiano Ronaldo yang membuat aggregate menjadi 4-3, memupus asa Bianconeri untuk melanjutkan laga ke babak tambahan karena kalah di leg pertama 0-3. Semifinal pun dipijak Madrid hasil dari kekalahan 1-3 tersebut karena diuntungkan dengan sebiji gol yang mereka ciptakan dikala waktu normal sudah habis. Kecurigaan  adanya “permainan kotor” antara UEFA dan Real Madrid agar bisa terwujud rekor baru, yaitu Real Madrid juara Liga Champions tiga kali berturut-turut pun merebak dengan hasil ini.

Ini adalah kali kedelapan secara beruntun Madrid lolos ke babak semifinal Liga Champions. Sejak musim 2010/2011 hingga musim ini, klub raksasa Spanyol itu tak pernah tersingkir lebih awal. Dalam catatan Opta, tak ada klub lain yang pernah membukukan catatan sebaik ini. “Kami sebelumnya sudah tahu harus menderita sampai akhir dan gol kami meloloskan kami ke semifinal, yang mana jadi hal paling penting,” ujar Lucas Vazquez usai laga. “Aku tidak paham mengapa mereka protes. Lucas ditekel dari belakang dan kalau mereka tidak memberi dia penalti, maka akan jadi gol,” kata Ronaldo mengenai protes keras Juventus yang berbuah kartu merah untuk kiper Gianluigi Buffon.

Zinedine Zidane selalu yakin timnya akan lolos. ”Saya tak pernah berpikir kami akan tersingkir meski kebobolan lebih dulu. Saya adalah seorang yang positif dan kami selalu percaya bisa bikin gol dengan para pemain yang kami punya,” kata Zidane.

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri percaya seharusnya laga berlanjut ke extra time.  “Kami akan berduka dengan hasil ini,  Saya merasakan kepahitan karena kami tak punya kans untuk sampai ke babak tambahan,” kata Allegri.

Presiden Juventus, Andrea Agnelli, benar-benar kesal dengan keputusan wasit. Dia menilai sudah seharusnya Liga Champions memakai teknologi VAR agar keputusan wasit tak merugikan salah satu tim. “Kami harus tenang dan menganalisa situasi ini. Saya lihat sudah ada beberapa negara yang menggunakan VAR. Jika melihat beberapa insiden yang melibatkan klub-klub Italia belakangan ini, sudah jelas kita membutuhkan VAR di Eropa,” kata Agnelli.

Dia juga kesal dengan keputusan UEFA menunjuk Michael Oliver sebagai wasit di laga ini. Menurutnya, Pierluigi Collina selaku pemimpin wasit UEFA kerap memilih wasit yang anti-Italia demi membuktikan diri ia tidak berpihak pada negaranya. “Kita tidak bisa membiarkan insiden-insiden seperti ini terjadi. pemimpin wasit UEFA (Collina) sepertinya mencoba membuktikan diri untuk tidak bias dengan menunjuk wasit-wasit yang sudah terbukti selalu merugikan tim-tim Italia,” paparnya. (fi)

berita TERKAIT


baca LAINNYA