Alarm Dini untuk Arema dan Mitra Kukar di Liga 1


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     78 kali
img

AREMA FC dan Mitra Kukar menjadi dua tim yang tampil begitu mengecewakan hingga pekan 3 Liga 1 musim 2018. Kedua tim yang memiliki tradisi bagus di kompetisi kasta tertinggi Indonesia itu, justru terjerembab ke zona degradasi.

Mitra Kukar berada di posisi juru kunci. Mereka cuma mengoleksi satu poin dari tiga laga yang sudah dijalani tak layak diterima. Sebab, materi pemain Naga Mekes begitu mumpuni.

Beberapa pemain berlabel Timnas Indonesia, mereka miliki. Sebut saja Septian David Maulana, Bayu Pradana, Ahmad Bustomi, hingga Hendra Adi Bayauw.

Legiun asing yang mereka miliki juga tak sembarangan. Danny Guthrie yang sempat bermain untuk Liverpool, Yoo Jae-hoon, dan Fernando Rodrigues Ortega, mereka miliki.

Faktanya, kehadiran mereka masih belum mampu mengangkat performa Mitra Kukar. Mental bertanding diyakini jadi masalah utama Mitra Kukar di awal musim ini.

Itu terlihat saat Mitra Kukar dihempaskan Persib Bandung dengan skor 0-2, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 8 April 2018.

Dalam duel tersebut, pelatih Mitra Kukar, Rafael Berges, menyatakan timnya terlihat sangat tak kompetitif. Hingga akhirnya, mereka kalah dari Persib.

Kekalahan dari Persib tentunya jadi pukulan telak bagi Mitra Kukar. Namun, kesulitan ini harus segera diatasi oleh mereka.

“Bisa dikatakan, kami semua kecewa. Tapi, situasi ini tak bisa terus terjadi. Di laga selanjutnya, kami harus lebih baik,” kata winger Mitra Kukar, Septian David Maulana.

Arema Merana

Taring Singo Edan hilang. Ungkapan ini layak disematkan kepada Arema FC.

Dua pertandingan terakhir, Arema dibuat luluh lantak oleh Persija Jakarta dan Borneo FC. Ironisnya, dua tim tersebut mampu menjebol gawang Arema sebanyak lima kali (Persija cetak tiga gol dan Borneo dua).

Statistik ini menunjukkan bahwa sistem permainan yang diterapkan oleh Arema salah. Sehingga, pertahanan mereka menjadi goyah.

Tak elok dilihat memang, kebobolan tujuh kali saat pemain macam Arthur da Cunha, Bagas Adi Nugroho, Syaiful Indra Cahya, dan Johan Alfarizi, mengawal sektor pertahanan Arema.

Ditambah, mereka memiliki pemain tengah sekelas Hendro Siswanto, Ahmed Atayev, dan Hanif Sjahbandi.

Lini depan Arema juga tak kalah mengerikan. Kehadiran Balsa Bozovic sebenarnya merupakan suntikan yang begitu berharga bagi Arema.

Tapi, yang terjadi sebaliknya. Arema malah jadi sasaran empuk bagi Persija dan Borneo. Apa yang terjadi dengan Arema?

Level konsentrasi saat bermain, jadi masalah utama bagi Arema. Pelatih Arema, Joko Susilo, menyatakan konsentrasi para pemainnya mudah teralihkan saat banyak pelanggaran tercipta dalam pertandingan.

Akibatnya, dua gol bersarang ke gawang Arema. “Saya melihat, laga melawan Borneo FC sudah lebih bagus dari sebelumnya. Tapi, kami tak bisa ubah hasilnya, tetap kalah. Itu sangat menyakitkan,” jelas Joko.

Apa pun alasannya, Mitra Kukar dan Arema tentu harus bekerja lebih keras, mengatasi segala macam masalah yang ada di dalam skuat dan bangkit demi merangkak ke papan tengah atau atas. (vnc)

berita TERKAIT


baca LAINNYA