Rossi-Marquez Panas Lagi


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     129 kali
img DIANGGAP SENGAJA: Momen saat Marc Marquez meninggalkan Valentino Rossi yang terjatuh di tikungan ke-13 pada balapan di Termas de Rio Hondo kemarin.

TERMAS de RIO HONDO – Perseteruan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez sejatinya sudah meredup seiring dengan keakraban yang mereka perlihatkan pada beberapa kesempatan. Namun tampaknya itu semua hanya sesaaat. Terbukti, rivalitas keduanya kini tak hanya ada di lintasan balap MotoGP tapi terbawa hingga keluar arena sirkuit kendati pemicunya tetap saat berlomba.

Adalah balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina Senin (9/4) dinihari kemarin yang jadi pemicunya. Balapan itu berjalan penuh drama untuk Marquez. Rider Repsol Honda itu mendapatkan tiga hukuman sepanjang balapan. Hukuman pertama adalah saat dia mengalami gangguan jelang start. Motornya tiba-tiba mati. Namun saat diarahkan masuk ke pit, Marquez memilih berupaya menghidupkan kembali motornya dan tetap start di grid.

Dia dihukum ride-through pit karena menunggangi motornya melawan arah, saat berusaha kembali ke posisi startnya dalam insiden itu. Hukuman kedua adalah turun satu posisi di tengah balapan, karena ‘menyundul’ Aleix Espargaro.

Tapi hukuman terbesar dan berpotensi memicu drama di sisa musim ini adalah insidennya dengan Rossi. Di putaran 20, saat Marquez hendak merebut posisi enam usai habis-habisan naik dari urutan 19, dia menyenggol Rossi di tikungan ke-13. Keduanya sama-sama melebar akibat insiden itu, tapi apes buat Rossi, ban depannya menapak di area rumput dan terjatuh. Insiden itu diinvestigasi dan Marquez dihukum karena aksi cerobohnya. Dia dikenai penalti 30 detik dan finis di posisi 18, sementara Rossi yang melanjutkan balapan finis tepat di belakangnya.

Usai balapan, Marquez langsung berusaha menemui Rossi dan mendatanginya di paddock. Namun saat berada di pintu, Marquez didatangi sahabat Rossi, Alessio Salucci atau kerap disapa Uccio, dan dicegah masuk. Belum diketahui apa yang dikatakan Uccio, namun yang jelas Rossi saat itu tak terlihat di garasinya. Uccio tampak meminta Marquez untuk meninggalkan garasi, dengan kemungkinan meminta pebalap Spanyol itu memberi waktu Rossi untuk menenangkan diri setelah insiden tersebut.

Insiden ini sendiri mengingatkan akan drama tiga tahun lalu. Kala itu Rossi menang di Argentina setelah berduel sengit dengan Marquez. Marquez jatuh dalam duel itu dan Rossi menyebutnya terlalu mengambil risiko. Hubungan itu semakin panas di Belanda, ketika keduanya kembali bersaing dan bersenggolan di tikungan terakhir. Rossi menang meski terdorong ke luar lintasan, sehingga bisa ‘memotong jalur’. Marquez menyebut Rossi melakukan pelanggaran, tapi otoritas MotoGP tak memberi hukuman.

Puncaknya terjadi di Malaysia pada musim tersebut. Sebelum balapan, Rossi melontarkan kecurigaannya terhadap Marquez yang dinilai cuma bermain-main dengannya. Di balapan, keduanya kembali bersaing ketat lalu bersenggolan, di mana Rossi terlihat seperti mendorong Marquez dengan lutut hingga terjatuh. Hubungan keduanya tak lagi sama sejak saat itu, meski sempat membaik. 

Rossi sendiri  menganggap  Marquez sengaja menabraknya pada balapan  di Argentina.  “Marquez sengaja melakukannya, itu bukan kesalahan. Dia berada di titik antara kaki dan sepeda motor, karena dia tahu dia tidak akan terjatuh, tapi pebalap lain akan terjatuh,” ujar Rossi dikutip dari Bike Sport News. 

“Ini situasi berbahaya. Saya berharap apa yang saya katakan ke Mike Webb [bos Race DirectionMotoGP], mereka harus melakukan sesuatu agar Marquez tidak bertindak seperti ini lagi,” imbuh Rossi.

Sementara Marquez membantah pernyataan Rossi. “Dalam perjalanan karier saya, tak pernah sedikit pun berpikir sengaja membuat seorang pebalap lain terjatuh. Saya selalu menghindarinyam” tegas Marquez. 

“Ketika saya melihat Rossi terjatuh, saya coba meminta maaf, namun jika kalian lihat ada beberapa insiden, Zarco dengan Dani Pedrosa, Petrucci dengan Aleix Espargaro. Hari ini sangat sulit. Saya coba tampil 100 persen di hari yang menyulitkan,” imbuhnya. (crc)


berita TERKAIT


baca LAINNYA