Perselisihan Antarpelatih Rugikan SKOI


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 bulan yang lalu     3.106 kali
img HARUS DIATASI: Konflik antarpelatih di tarung derajat Kaltm bisa berimbas pada pembinaan prestasi yang akan dilakukan di SKOI. (ist)

SAMARINDA – Kasus asusila yang diduga dilakukan pelatih tarung derajat Kaltim Asep Gunaepi disinyalir hanya merupakan puncak dari perselisihan yang terjadi di kepengurusan Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kaltim khususnya dari sisi kepelatihan. Unsur ketidaksukaan pelatih lain kepada Asep lebih mengemuka dibanding masalah yang membuat pria asal Bandung, Jawa Barat itu harus meringkuk di sel tahanan saat ini.

Dihubungi melalui sambungan telepon Rabu (7/3) kemarin, Ketua Harian Kodrat Kaltim Charles Rori menjelaskan, permasalahan sebenarnya ada pada oknum antarpelatih yang merembet ke hal lain. “Iya, ini permasalahan ada di oknum antarpelatih. Secara organisasi tidak ada masalah semua berjalan dengan baik dan saat ini kami sedang konsentrasi persiapan menghadapi Porprov, tetapi tiba-tiba ada persoalan ini kami kaget. Jadi ada oknum pelatih tanpa konfirmasi terkait permasalahan ini yang membuat kisruh, makanya kami sangat menyayangkan adanya konflik ini, artinya memang ada komunikasi kurang baik antarpelatih,” kata Charles.

Dirinya juga menyayangkan persoalan ini sampai membawa nama baik SKOI Kaltim yang diakuinya pasti akan merugikan, padahal terbukti SKOI mencetak atlet-atlet masa depan Kaltim, termasuk dengan cabang olahraga tarung derajat dimana Asep jadi pelatih disana.

“Dengan adanya SKOI tarung derajat sudah memunculkan bibit-bibit muda yang berprestasi, seperti saat di Popnas menyumbangkan 2 medali emas dan kami selalu mengandalkan atlet SKOI, makanya dengan adanya persoalan ini kami sangat menyayangkan,”sebut Charles lagi.

Terkait hal itu, Kepala Sekolah Khusus Olahragawan Indonesia (SKOI) Kaltim Agustianur mengungkapkan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap keberadaan cabang olahraga tarung derajat di SKOI, jika permasalahan tersebut terus berkelanjutan karena menurutnya ini sangat merugikan SKOI Kaltim.

“Persoalan di internal ini membawa dampak reputasi dan nama baik SKOI Kaltim, padahal selama ini kami membina bagus-bagus saja, bahkan di SKOI nama tarung derajat bangkit lagi di tingkat nasional dengan menyumbang medali emas saat di Popnas lalu, yang memang dilatih oleh Asep dan tidak bisa menghilangkan jasa dia juga dan selama ini dia membantu melatih kami di SKOI on the track, tidak ada masalah, termasuk tingkat disiplin yang luar biasa dan saya lihat bagaimana pembinaannya dengan mata kepala saya sendiri,” tegas Agustianur.

Terkait dengan adanya persoalan ini bagian dari konflik oknum pelatih dan lainnya, jika dari pengprov tidak mampu mengatasi pihaknya akan kembali melakukan pengkajian keberadaan cabor tarung derajat di SKOI Kaltim. “Terjeleknya kami bisa stop tarung derajat di SKOI dari pada kami harus menanggung masalah yang seharusnya bukan bagian dari kami. Ini terlepas dari salah atau tidaknya Asep, karena memang sepertinya kalau dilihat persoalannya semakin melebar kemana-mana. Intinya kami akan mengevaluasi secara menyeluruh, jangan sampai persoalan ini terulang dan persoalan internal cabor-cabor merugikan SKOI,” tegas Agustianur. (rgn)


berita TERKAIT


baca LAINNYA