Taekowndoin Kaltim Raih Emas


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 minggu yang lalu     95 kali
img PRESTASI MENJANJIKAN Mariska Halinda bersama Kabid Binpres KONI Kaltim Alfons T Lung.(Foto: istimewa/facebook)

JAKARTA - Taekwondoin Kaltim Mariska Halinda berhasil meraih medali emas pada Test Event Asian Games 2018 cabang olahraga taekwondo Minggu (11/2) kemarin di Hall A2 JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Mariska meraih medali emas di kategori kyorugi putri -53 kilogram. Peraih medali emas SEA Games 2017 Malaysia ini sukses mengalahkan wakil Filipina, Rheza Aragon, di final. “Masih banyak kekurangan yang perlu ditambah lagi latihannya. Semoga di sisa waktu yang ada bisa diperbaiki lagi di latihan sebelum Asian Games,” tutur Mariska usai pertandingan.

Pada kesempatan yang sama, dua nomor kyorugi lain, juga sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia. Dua medali itu didapatkan oleh Armanto Nicholas di nomor kyorugi pria +80 kilogram, dan Reinaldy Atmanegara di nomor kyorugi putra -58 kilogram.

Taekwondo sendiri sukses mengantongi total lima medali emas dan dua medali perak. Alfi Kusuma yang turun di nomor individual poomsae putra sukses mengamankan medali emas pertama. Dia meraih nilai tertinggi dari juri setelah mendapat skor 117,2 atas peserta asal Hong Kong, Cheuk Yin Choy, yang meraih 114,7.  Emas kedua dipersembahkan Defia Rosmaniar di nomor individual poomsae putri. Dia menang atas taekwondoin Malaysia, Khim Wen Yap dengan skor 119,8 -113,7. Indonesia semakin mengokohkan diri setelah kembali mendulang dua emas dari nomor poomsae beregu putra dan beregu putri. Masing-masing mengalahkan wakil dari India dan Hong Kong. 

“Alhamdullilah untuk poomsae dapat empat medali emas dan sudah selesai,” kata manajer tim, Rahmi Kurnia, usai pemberian medali. “Tapi hasil test event ini tidak bisa dijadikan patokan untuk Asian Games nanti, karena baru delapan negara yang ikut. Sedangkan di game time-nya ada 42 negara. Kami tentu tidak bisa cepat puas. Masih banyak evaluasi dari pelatih untuk meningkatkan kemampuan atlet kami. Karena untuk saat ini levelnya masih di tengah,” ujarnya lagi. 

Dari cabang olahraga angkat besi,  lifter andalan Indonesia, Sri Wahyuni Agustiani, sukses meraih medali emas pertama dengan total angkatan 187kg. Sementara lifter putri Indonesia lainnya, Yolanda Putri, meraih medali perunggu di nomor ini. Yolanda berada di urutan ketiga dengan total angkatan 158kg. Atlet angkat besi putri Indonesia juga merajai nomor 53kg. Adalah Dewi Safitri, lifter berusia 25 tahun yang mampu menyumbang emas kedua di cabang olahraga angkat besi. Dewi menyabet emas setelah mencatat total angkatan terbaik, 184kg.

Lifter putri Indonesia lainnya, Syarah Anggraini, berhasil menempati posisi kedua dan berhak mendapatkan medali perak. Syarah berada di posisi kedua dengan catatan total angkatan 180kg.

Catatan poin Syarah unggul jauh dari lifter asal Malaysia, Sharifah Inani Najwa, yang berada di posisi ketiga, dengan total angkatan 161kg.  “Ini belum seberapa karena di Asian Games lebih berat lagi. Tapi tadi sih main tenang saja dan enjoy,” ungkap Sri Wahyuni. Lifter Eko Yuli Irawan dan Surahmat menambah koleksi medali emas pada cabang olahraga ini.  

Eko Yuli meraih emas dengan total angkatan 295 kg dengan rincian 135 kg snatch dan 160 clean & jerk. Eko sukses unggul dari lifter Muhamad Purqon. Urutan ketiga ditempati oleh lifter Thailand, Jettarin Sriram. Atlet berusia 19 tahun itu mengumpulkan total angkatan 245 kg, dengan 109 kg snatch dan 136 kg clean & jerk.

Indonesia kemudian meraih medali emas lagi melalui lifter Surahmat di nomor 56 kg putra. Dia mengumpulkan total angkatan 259 kg, dengan rincian 117 kg snatch dan 142 kg clean & jerk. (dts)



baca LAINNYA