Kencan Online Sudah Bikin Bahagia


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     3 bulan yang lalu     434 kali
img Ilustrasi

JAKARTA - Informasi lengkap tentang seseorang yang kita taksir saat ini memang lebih mudah kita dapatkan melalui media sosial. Kita juga bisa menebak kepribadiannya dari semua jejaknya di internet. Itu sebabnya, di era digital ini media sosial menjadi tempat utama remaja mencari pasangan.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Internet Matters di Inggris bahkan menyimpulkan bahwa remaja “zaman now” sudah merasa bahagia melakukan kencan online walau tidak pernah bertemu di dunia nyata.

Seprempat dari responden mengatakan bahwa mencari pasangan di internet lebih mudah. Dan saat hubungan tersebut sudah dibina, tujuh dari 10 mengatakan mereka komunikasi dengan pacar mereka kebanyakan dilakukan online.

Ternyata, cukup banyak yang merasa bisa lebih terbuka dengan orang lain saat online ketimbang saat berhadapan langsung di dunia nyata. Jumlahnya mencapai 41 persen remaja.

Survei juga menemukan bahwa sepertiga dari responden suka menghabiskan waktu mempercantik foto-foto mereka sebelum mengunggahnya ke media sosial.

Hampir setengahnya mengatakan bahwa mereka selalu atau sering mengunggah foto mereka sendiri dengan latar suasana bahagia.

Psikolog dan Duta Internet Matters, Dr Linda Papadopoulos menyampaikan sejumlah tips terkait yang ditujukan kepada para oeang tua.

Menurut dia, temuan ini menunjukkan perubahan pola hubungan di era digital dan media sosial. Hal ini juga membawa tantangan baru bagi anak.

“Cinta pertama selalu berkesan. Bahkan pada era digital di mana kita kerap berbagi kehidupan kita secara online,” kata Papadopoulos.

Menurutnya, dengan beragam manfaat positif dunia online, anak-anak tetap harus memiliki ketahanan menghadapi hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Misalnya saja kemungkinan anak menjadi korban “cyber bullying”.

Orangtua perlu mengajari anak kemungkinan positif dan negatif dari penggunaan media sosial kepada anak. Dengan begitu, orangtua tak hanya membantu mereka bisa menggunakan internet secara aman, tapi juga membangun daya tahan atau daya pegas terhadap setiap tantangan.

“Mereka juga punya kemampuan untuk mengatasi “masalah khas dunia online” dengan cara mereka sendiri,” katanya. (kc)

berita TERKAIT


baca LAINNYA